Apa Itu Rebo Wekasan? Biasa Dilakukan Masyarakat untuk Menolak Bala dan Musibah

tradisi Rebo Wekasan di Indonesia diyakini muncul pada abad ke-17 dan pertama kali dilaksanakan pada masa Wali Songo, setiap Rabu akhir

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
tradisi Rebo Wekasan di Indonesia diyakini muncul pada abad ke-17 dan pertama kali dilaksanakan pada masa Wali Songo. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Apa itu Rebo Wekasan? Rebo Wekasan adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam atau kalender Hijriah.

Bulan Safar jatuh setelah bulan Muharram atau sebelum bulan Rabi’ul Awal. Tahun ini tradisi Rebo wekasan akan berlangsung pada hari Rabu, 13 September 2023 yang bertepatan dengan tanggal 28 Safar 1445 H.

Tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, hingga Maluku.  Lalu bagaimana asal-usul tradisi Rebo Wekasan dan apa saja ragam perayaan di berbagai daerah di Indonesia?

Dilansir dari jabar.nu.or.id, tradisi Rebo Wekasan di Indonesia diyakini muncul pada abad ke-17 dan pertama kali dilaksanakan pada masa Wali Songo.

Keberadaan tradisi ini merujuk pada sebuah hadist Rasulullah SAW yang menanggapi pandangan tentang adanya kesialan atau keburukan yang melekat pada bulan Safar.

Baca juga: ONE DAY ONE HADITS, Selasa, 12 September 2023 / 26 Shafar 1445, Penuntut Ilmu dan Pemburu Harta

Hadis tersebut menjawab dengan perintah untuk tidak mencela waktu dan ketetapan Allah, serta anjuran untuk tetap beriman kepada qadha dan qadar-Nya

Oleh karena itu, banyak ulama kemudian lebih menekankan dengan menyebut dengan ‘Shafar al-Khair’ atau bulan Shafar yang baik.

Sementara tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat dalam menyambut Rebo Wekasan bersumber pada amaliyah seperti shalat, zikir, doa, dan tabarruk.

Tradisi Rebo Wekasan dilakukan sebagai bentuk permohonan turunnya kebaikan dan dan perlindungan dari segala macam musibah dan cobaan dari Allah SWT.

Dilansir dari Tribunnews.com, pelaksanaan tradisi Rebo Wekasan juga dipercaya dapat menolak bala karena pada bulan Safar, Allah menurunkan lebih dari 500 macam penyakit.

Perayaan terkait hari Rabu terakhir di bulan Safar selain disebut Rebo Wekasan juga dikenal dengan berbagai istilah lain seperti Rabu Abeh, Rebo Kasan, Rebo Pungkasan, dan sebagainya.

Perayaannya pun dilaksanakan dengan cara berbeda-beda sesuai dengan tradisi di daerah masing-masing.

1. Rabu Abeh, Aceh

Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Rabu Abeh adalah tradisi yang dilakukan tiap hari Rabu terakhir bulan Safar yang telah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi tolak bala tersebut merupakan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Aceh Barat dan Aceh Selatan. Mulanya tradisi ini dilakukan dengan memotong kerbau dan membuang bagian kepalanya ke laut untuk menolak bala (bencana), namun kini tradisi tersebut diganti dengan pembacaan shalawat, dzikir dan doa.

2. Rebo Pungkasan atau Rebo Wekasan, Bantul

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved