Tol Jogja Solo
Update Progres Tol Jogja-Solo, Dua Tipe Jalan akan Dibangun pada Seksi 2 Paket 2.2B Tol Jogja-Solo
Update Progres Tol Jogja-Solo, Tipe Jalan akan Dibangun pada Seksi 2 Paket 2.2B Tol Jogja-Solo
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TRIBUNPRIANGAN.COM - Pembagungnan jalan Tol Jogja-Solo, telah memasuki seksi 2 paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman.
Ruas jalan di bagian tengah ring road akan dipakai untuk pembangunan tiang pancang tol.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana.
Sebelum melakukan proses tersebut kata Arip., pihak pengembang tol, terlebih dahulu akan melebarkan jalan di sisi kanan maupun kiri jalan ring road tempat lokasi tol akan dibangun.
Pelebaran ini, memungkinkan masyarakat tetap dapat melintas melalui sisi kanan maupun kiri jalan ring road yang telah dilebarkan. "Dia kan pasti akan melebarkan jalan dulu, mindah, karena tengahnya kan jadi tempat tiang pancang itu," kata dia.
"Tahap pertama pelebaran dulu, baru dia bekerja di tengahnya," imbuhnya.
Baca juga: Lagi, Kasus Warga Keberatan soal Ganti Rugi Jalan Tol Jogja-Solo Terjadi di Maguwoharjo
Pelebaran jalan tersebut, kata Arip, telah dipaparkan pengembang tol kepada Pemkab Sleman.
Jalan di bagian tengah ring road selebar 12 meter di seputar area Trihanggo akan digunakan para pekerja proyek melakukan aktivitas pembangunan tol Jogja-Solo seksi 2.2B Trihanggo-Junction Sleman.
"Sudah, jadi karena tengah itu dipakai 12 meter untuk ruang-ruang kerja tiang pancangnya, sehingga harus ada penggeseran ke samping," jelasnya.
"Yang tengahnya kan kira-kira 12 meter dipakai untuk pasang fondasi yang untuk tolnya. Sehingga nantinya yang sepanjang jalan itu akan dilebarkan yang kanan kirinya," imbuhnya.
Sementara itu, saat ini at ini lebar jalan ring road di area Trihanggo yakni empat meter jalur lambat dan tujuh meter jalur cepat. Ukuran yang sama juga diterapkan pada jalur dengan arah berlawanan yakni empat meter jalur lambat dan tujuh meter jalur cepat.
Dipakainya ruang sepanjang 12 meter di tengah ring road, otomatis akan memakan jalur yang ada ring road sebelumnya.
Baca juga: Progres Tol Jogja Solo, Pematokan di Seksi 3 Jalur Yogyakarta-Bandara Kulon Progo Sudah Dimulai
Lalu akan menyisakan sisa jalan sepanjang lima meter di masing-masing arahnya.
Sisa jalan ini akan ditambah dengan pelebaran jalan yang nantinya bakal dikerjakan.
Gabungan jalur sisa dan pelebaran jalan ini yang nantinya bisa dilintasi mayarakat selama proyek berlangsung.
"9,4 meter lebar jalur cepat dan lambat. Jalur cepat sekitar 6,4 meter dan jalur lambat sekitar tiga meter," terangnya.
Project Director PT. Adhi Karya, Oka Chandra Sukmana yang menangani pengerjaan tol Jogja-Solo seksi 2 paket 2.2B menerangkan dari segi konstruksinya, ada tua tipe tol yang akan dibangun pada seksi ini.
Pertama tipe konstruksi at grade atau jalan tol yang menempel di tanah dan kedua tipe elevated yang konstruksinya melayang di atas tanah.
Pada ruas ini, tipe konstruksi tol at grade membentang dari wilayah Tirtoadi sampai area Trihanggo sebelum ring road.
Sementara itu, penggarapan tol di area ring road akan dibangun secara elevated atau melayang tepat di atas jalan.
"Kalau yang dari sebelah Mlati itu yang batas jalan Jogja-Bawen sampai dengan [tikungan] ring road yang melengkung itu nanti at grade. Yang dibayar ring road baru melayang," paparnya.
Jadwal pengerjaan dua tipe konstruksi jalan tol ini pun berbeda.
Tol tipe at grade pada seksi ini mukai digarap, sementara tol elevated di atas ring road baru akan dikerjakan September mendatang.
"Dari batas selesai Jogja-Bawen itu, Tirtoadi itu sampai dengan Trihanggo yang sebelum masuk ring road itu sudah mulai sekarang. Tapi kalau di ring road-nya mulai di September nanti fisiknya," jelasnya.
Baca juga: Terima Jatah Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Rp4 M, Pemkab Klaten Bakal Digunakan Bangun Ini
Sekedar informasi, Proyek ini diusulkan oleh konsorsium GPT. Daya Mulia Turangga-Gama Group, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero).
Jalan tol ini akan memiliki panjang 91,93 km dan akan memiliki 6 persimpangan, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dari / ke Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo.
Jalan tol ini direncanakan akan beroperasi pada Desember 2024. Proyek ini sedang diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
NPV Proyek sebesar USD 146.11 Juta.(*)
Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Peta-Rute-Jalan-Tol-Jogja-Solo.jpg)