Senin, 27 April 2026

Kuliner Sumedang

Batagor Gurih ala Mang Karyo, Kudapan Murmer Favorit Mahasiswa di Jatinangor Sumedang

Batagor atau baso-tahu goreng merupakan kudapan yang mudah ditemukan di Bandung Raya, tak terkecuali di Sumedang.

Tribun Jabar/Kiki Andriana
Heri Herdiana (40) saat menjajakan batagor atau baso-tahu goreng di lapak dagangannya di dekat kampus Unpad Jatinangor Sumedang, Selasa (1/8/2023) sore. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Batagor atau baso-tahu goreng merupakan kudapan yang mudah ditemukan di wilayah Bandung Raya, tak terkecuali di Sumedang.

Di sekitar Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, tepatnya di sebrang Kantor Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, terdapat warung batagor yang menjadi favorit mahasiswa.

Bernama warung batagor Mang Karyo, batagor yang disajikan memiliki rasa gurih, enak, dan bikin nagih.

Seperti hari-hari lainnya, Selasa (1/8/2023), pria yang bernama lengkap Heri Herdiana (40) ini membuka warung dan melakukan aktivitasnya berjualan batagor. Dia membuat adonannya sendiri.

Baca juga: KABAR GEMBIRA, Bagi yang Punya Nama Agus, Masuk ke Tempat Wisata di Sumedang Ini, Gratis!

"Adonannya dari ikan tenggiri digiling, kemudian dicampur tepung kanji dan sedikit terigu," kata Karyo.

Setelah adonan "baso" jadi, maka saatnya mencetak. Adonan itu dijadikan jeroan tahu yang dipotong segitiga.

Tahu segitiga disobek sedikit di salah satu sisinya, kemudian dimasukkan ke adonan tersebut. Jika selesai, tahu berisi adonan segera masuk ke wajan penggorengan.

Ada dua jenis batagor. Satu jenis dengan tahu, jenis lainnya dengan kulit pangsit.

"Kulit pangsitnya beli sudah jadi di pasar," katanya.

Baca juga: DPRD Ingin Penjabat Bupati Sumedang Bisa Tuntaskan Pekerjaan Sebelum Berakhir Jabatan

Kulit pangsit itu dibuat kerucut dengan cara dilipat. Di bagian dalam kerucut itu, adonan disematkan. Adonan dicolek menggunakan garpu.

"Lima menit juga matang. Batagor ditiriskan dan siap disajikan dengan bumbu kacang atau menjadi batagor kuah," kata Karyo yang berjualan di tempat miliknya telah dua tahun lamanya.

Dia mengatakan, jika sedang ramai, sehari bisa menghabiskan tiga kilogram adonan. Itu berarti keuntungan bersih dari tiga kilogram mencapai Rp500 ribu.

"Saya buka dari jam 09.00 sampai 21.00 WIB," kata Karyo, seraya menyebut dia berjualan di tempat itu ditemani istrinya.

Satu porsi batagor Rp10 ribu. Menurut Karyo, mahasiswa banyak yang suka dengan batagor buatannya.

"Mahasiswa biasanya beli per porsi. Meski jika membeli berapapun (kurang dari nilai satu porsi) akan saya layani," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved