Atalia Sebut Jabar Lebih Baik dari Provinsi Lain Soal Penanganan Kasus Stunting
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat yang merupakan istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya mengatakan kasus stunting di Jawa Barat
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat yang merupakan istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya mengatakan kasus stunting di Jawa Barat masih terhitung sedikit dari sekian banyak Provinsi di Indonesia.
"Di kita sudah turun 4 digit, dari 24,5 sekarang sudah 20,2. Ini menunjukkan stakeholder kita sudah baik," ujar Atalia kepada sejumlah wartawan seusai menghadiri acara HARGANAS ke 30 dan Hari Anak Nasional ke 39 di alun-alun Paamprokan Pangandaran, Rabu (26/7/2023) siang.
Tapi, tentu saja ada beberapa wilayah untuk Kota Kabupaten di Provinsi Jawa barat ini yang mengalami kenaikan. "Oleh karena itu, kita dampingi terus," katanya.
Menurutnya, kasus stunting ini ada beberapa hal yang dimungkinkan adanya kasus baru atau ada kemungkinan memang itu terjadi.
"Maka, yang kita dorong terus itu bagaimana penguatan kelembagaan terutama di kewilayahan untuk mendampingi kasus-kasus stunting ini," ucap Atalia.
Menanggapi tingginya kasus stunting di beberapa wilayah di Jawa barat, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bahwa pemerintah mempunyai program dengan berbagai macam keputusan.
Tujuannya baik, yaitu untuk mensejahterakan masyarakat, memajukan masyarakat dan memajukan Jawa barat.
"Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti apa yang menjadi arahan, imbauan dan keputusan Pemerintah. Termasuk di dalamnya pernikahan dini, pernikahan muda," katanya.
Memang, lanjut Ia, agama tidak melarang pernikahan muda kalau memang sudah pada saatnya. Minimal, ada aturan agama.
"Tapi, kita lebih baik mengambil hal yang lebih maslahat terutama untuk keluarga. Karena, keluarga yang baik insyaallah akan menghasilkan generasi yang baik."
"Generasi yang baik sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan negara ini, untuk estafet kepemimpinan ini. Karena anak adalah calon pemimpin, anak adalah tunas harapan bangsa," ucap Uu.
Apalagi sekarang menghadapi bonus biografi, Indonesia akan menjadi negara besar dan negara 5 besar di dunia. Tentu, salah satunya adalah harus mempersiapkan generasi yang lebih baik.
"Oleh karena itu, saya minta kepada masyarakat Jawa barat untuk menunda dahulu pernikahan anak yang belum sesuai dengan harapan pemerintah dalam usia yang telah ditentukan," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/harganaske-30.jpg)