Senin, 13 April 2026

Laka Laut di Pangandaran

Pasca Laka Laut di Pantai Pangandaran, Ini yang Dilakukan Paguyuban Perahu Wisata

Buntut kejadian laka laut pada momen libur panjang sekolah, paguyuban perahu wisata di Kabupaten Pangandaran melakukan langkah-langkah antisipasi.

|
TribunPriangan.com/ Padna
Miswan Ketua Paguyuban Perahu Pesisir Wisata Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Buntut kejadian laka laut pada momen libur panjang sekolah, paguyuban perahu wisata di Kabupaten Pangandaran melakukan langkah-langkah antisipasi.

Antisipasi ini menindaklanjuti standar operasional prosedur (SOP) yang sudah dibuat satu tahun lalu.

Di antaranya, apabila ada perahu wisata mau berangkat dan mendarat agar anak buah kapal (ABK) itu memberangkatkan dan menjemput. 

Baca juga: Desa Bendungan Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Tergusur Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap

"Supaya, tidak menabrak para wisatawan. Dan itu, sebenarnya sudah kami lakukan," ujar Miswan ketua paguyuban perahu pesisir wisata di Kabupaten Pangandaran, Selasa (11/7/2023) siang.

Sekarang untuk lebih mengantisipasi kejadian laka laut, pihaknya akan membentuk tim SAR perahu wisata.

"Perkelompoknya, itu berjumlah 3 orang dan tentu akan kita training bekerjasama dengan Balawista Pangandaran," katanya.

Baca juga: Desa Kuwaru Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Tergusur Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap

Selain itu, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan pelaku jasa wisata lainnya seperti potografer dan stakeholder lainnya.

"Agar, kita sama-sama mengantisipasi bahwa laka laut ini jangan sampai terulang kembali," ucap Miswan.

Kemudian, pengurus juga secara langsung melakukan penyadaran dan penegakan pada SOP itu sendiri. "Kalau tetap ada yang melanggar, tentu mereka menanggung resikonya," ujarnya 

Baca juga: Desa Panjatan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Tergusur Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap

Menurutnya, penegakan SOP ini ditempuh supaya seminimal mungkin pihaknya sudah mengurangi angka laka laut di pantai Pangandaran.

"Setiap seminggu sekali, kita juga bersama  SatPol Airud, TNI AL dan lainnya akan melakukan sweeping untuk melihat mereka "penggiat pelaku jasa perahu wisata). Apakah, mereka masih melanggar atau tidak," kata Ia.

Jadi, untuk antisipasi laka laut ini pihaknya berkolaborasi dengan berbagai unsur terkait terutama Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran untuk membantu fasilitas terkait pengamanannya.

Baca juga: Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Tergusur Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap

"Karena, tanggung jawab kami bukan hanya wisatawan yang naik perahu wisata saja tapi wisatawan lain yang mengalami laka laut seperti tenggelam, kita ikut membantunya," ucapnya.

Kemudian, kedepan pihaknya pun berencana akan menyediakan Jasa Raharja untuk wisatawan yang kemungkinan mengalami laka laut. 

Baca juga: Desa Panjatan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Tergusur Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap

"Insyaallah, dalam jangka waktu pendek ini kita bekerjasama dengan instansi terkait (Jasa Raharja). Kami pun sudah mendata semua penggiat pelaku usaha jasa perahu wisata yang ada di Pangandaran," ujar Miswan. *

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved