Polemik Ponpes Al Zaytun
Sederet Penyimpangan Ajaran Sesat Al-Zaytun Selama Kepemimpinan Panji Gumilang
Sederet Penyimpangan Ajaran Sesat Al-Zaytun Selama Kepemimpinan Panji Gumilang, dari tata car asholat hingga Al-Quran yang merupakan buatan Nabi.
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TRIBUNPRIANGAN.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun kini tengah menjadi sorotan berpasang-pasang mata umat Muslim di tanah air.
Pasalnya terkuak beberapa fakta mengenai ajarannya yang menyimpang dari ajaran dan aqidah agama Islam, terlebih di bawah kepemimpinan Panji Gumilang.
Berikut TribunPriangan.com telah merangkum sederet penyimpangan tak masuk akal yang di anut Panji Gumilang, sebabkan perbincangan di tengah publik.
Baca juga: KISAH Perjalanan Hidup Panji Gumilang, Si Penjual Beras hingga Lengserkan Pendiri Asli Al Zaytun
1. Mencampur Jemaah Laki-laki dan Perempuan Ketika Salat Berjamaah.
Warganet dibuat geger dengan cara salat Idulfitri di Pondok Pesantren Al Zaytun, yang membuat saf jemaah berjarak, seperti layaknya cara beribadah di masjid ketika pandemi Covid-19 melanda.
Selain itu, juga ada jemaah perempuan berada di posisi paling depan di antara laki-laki.
Foto-foto Salat Idulfitri tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @kepanitiaanalzaytun.
Dalam foto yang diunggah akun dengan bio 'Ini adalah akun resmi Kepanitiaan Al-Zaytun, memberitakan berbagai kegiatan acara di Ma'had Al-Zyatun, Indonesia', unggahan foto salat Idulfitri pada Sabtu 22 April 2023 memicu kontroversi.
"Kegiatan perayaan Id Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia," demikian keterangan caption foto tersebut.
Dari foto lainnya, terlihat jemaah perempuan juga ikut mendengarkan tausiah khotib Panji Gumilang dengan duduk di kursi posisi paling depan di antara jemaah laki-laki.
2. Mengganti Kalimat Syahadat
Diketahui Ponpes Al Zaytun memiliki syahadat yang berbeda dengan umat Islam.
Hal itu diungkapkan Ken Setiawan secara gamblang kepada awak media baru-baru ini.
Dikutip dari kanal youtube @TribunJatim berdurasi 1 menit 29 detik, Ken Setiawan, secara lantang mengatakan bahwa sudah terlalu banyak penyimpangan yang dilakukan di Ponpes Al Zaytun.
"Mereka (Al Zaytun) di didik menjadi seorang negarawan bukan agamawan," ungkap Ken Setiawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pimpinan-Pondok-Pesantren-Al-Zaytun-Panji-Gumilang.jpg)