Selasa, 28 April 2026

Tol Jogja Solo

Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Seksi 1 Sudah Capai 80 Persen, Ini Lokasinya

Proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo masih terus berlanjut pada pada seksi 1 sebesar 80,3

bpjt.pu.go.id
Jalan Tol Jogja-Solo 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Proses pembebasan lahan Tol Jogja-Solo terus berlanjut pada seksi 1 sebesar 80,3 persen dan seksi 2 sebesar 28,6 persen .

Hal ini disampaikan langsung PPK pembebasan lahan Tol Jogja Solo, Dian Ardiyansyah, yang langsung menerangkan persentase berdasarkan bidang lahan yang telah dibebaskan.

Di DIY sendiri, lokasi yang sudah dibebaskan meliputi Kapanewon Kalasan yakni Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani dan Purwomartani; Kapanewon Prambanan di Kalurahan Bokoharjo; dan Kapanewon Mlati di Kalurahan Tirtoadi.

Meski demikian, belum semua lahan di Kelurahan-kelurahan tersebut telah dibebaskan.

Baca juga: Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap Bakal Trabas 7 Desa di Kecamatan Banyuurip Purworejo

“Di Bokoharjo, belum semua terbebaskan, masih ada dua SPP yang belum turun surat LMAN dan satu SPP proses surat penjadwalan pembayaran UGK ke P2T [Panitia Pendagaan Tanah],” kata dia.

Kemudian di Tamanmartani, beberapa lahan yang belum dibebaskan sudah dijadwalkan pembayaran uang ganti ruginya pada 11 Mei ini.

Sedangkan untuk tanah karakteristik, seperti halnya Jogja-Bawen akan menggunakan izin Palilah dan serat kekancingan.

Kemudian untuk seksi 3, yakni Jogja-YIA, saat ini masih dalam proses konsultasi publik di wilayah Kulonprogo.

“Masih berlangsung sampai akhir Mei. Untuk wilayah Sleman dan Bantul sudah selesai,” ujarnya.

Baca juga: Mega Proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap Bakal Trabas 9 Desa di Kecamatan Butuh Purworejo

Progres Jalan Tol Jogja Bawen Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo sepanjang 8,8 km mencapai 36,14 persen untuk pengerjaan konstruksi dan 64,65 % untuk pembebasan lahan.

Ditargetkan untuk Seksi 1 di Wilayah DIY keseluruhannya selesai pada 2024.

Salah satu pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pekerjaan Jembatan Elevated pada Saluran Mataram, adanya Jembatan Elevated ini di buat agar tidak menggangu aliran sungai sehingga aliran tersebut masih bisa di manfaatkan oleh masyarakat.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J. Dwi Winarsa menjelaskan rencana pemasangan Erection Girder (Instalasi Jembatan) Perdana di lokasi Selokan Mataram pada Bulan Mei 2023.

“Pekerjaan ini merupakan proses pengangkatan gelagar beton yang sudah di produksi sehingga jembatan terpasang di atas sungai mataram,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2023).(*)

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved