Bagaimana Prospek Jangka Panjang Saham BRIS? Begini Analis Pasar Modal
Bank berkode saham BRIS itu diperkirakan bullish dalam jangka pendek, dan cocok untuk dikoleksi secara jangka panjang.
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
“Level support krusial berada di Rp1.095, sementara itu level resistance terdekat di Rp1.670,” katanya.
Baca juga: Fitur Lifestyle akan Tersedia di BSI Mobile, Tampilkan Layanan Entertainment
Sebagai informasi, saham BRIS sempat terkoreksi ke level Rp1.200 pada akhir 2022.
Padahal saham emiten bank syariah ini berada pada harga Rp1.700 per 3 Januari 2022. Saham BRIS tercatat mulai menguat kembali pada medio Februari 2023.
Sejak awal Februari hingga 24 Maret 2023, harga saham bergerak pada rentang Rp1.350–Rp1.715.
Baca juga: KABAR GEMBIRA, BSI Beri Bantuan Beasiswa Pendidikan S1 Senilai Rp 6 Juta, Simak Begini Syaratnya
Dihubungi secara terpisah, Head of Research Team II Mirae Asset Handiman Soetoyo menilai saham BRIS prospektif untuk dikoleksi dalam jangka panjang.
Pasalnya, menurut dia kinerja bank akan tumbuh secara berkelanjutan.
Bahkan Handiman memperkirakan pada tahun ini, BSI akan kembali mencetak pertumbuhan pembiayaan hingga dua digit.
Baca juga: Dorong Islamic Ecosystem, Peserta Talenta Wirausaha BSI 2023 Diperluas Hingga Pesantren
“Perkiraan tumbuh double digit sekitar 10 sampai 15 persen,” katanya.
Handiman pun menganalisa bahwa pada tahun ini saham BRIS akan menguat.
"Hal tersebut seiring dengan kabar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang akan melepas kepemilikan saham BRIS secara perlahan," imbuhnya.
Baca juga: Bos BSI Beberkan Ide Usaha Sederhana Modal Kecil yang Tetap Cuan Meski Terjadi Resesi
Hal ini mengacu pada pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini.
Langkah BNI dan BRI tersebut sudah mulai terlihat dalam rights issue BSI terakhir pada Desember 2022.
BNI hanya mengambil separuh haknya, sedangkan BRI tidak mengambil haknya.
Baca juga: Kuota Haji Indonesia 2023 Bertambah, BSI Siap Tingkatkan Layanan Prima Bagi Nasabah Calon Jamaah
Kepemilikan saham BRI di BSI pun turun dari 17,25 persen menjadi 15,38 persen dan BNI menyusut dari 24,85 persen menjadi 23,24 persen.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., selaku pemegang saham pengendali melaksanakan seluruh haknya. Dengan demikian kepemilikan Bank Mandiri di BSI naik dari 50,83 persen menjadi 51,47 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-saham.jpg)