Emak-emak di Ciamis Keluhkan Harga Beras yang Naik
Hal itulah yang kini juga turut dirasakan warga Kabupaten Ciamis yang mengeluhkan tingginya harga bahan pokok di pasaran
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com Ciamis, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Hampir setiap tahun terjadi kenaikan bahan pokok saat menjelang bulan Ramadan.
Hal itulah yang kini juga turut dirasakan warga Kabupaten Ciamis yang mengeluhkan tingginya harga bahan pokok di pasaran.
Dewi (40) mengatakan untuk harga beras standar di pasar Ciamis mencapai Rp 11.500 per kilogram dan harga beras super menjadi Rp 13.500 per kilogram.
"Beras standar tadinya Rp 10 ribu jadi Rp 11.500, terus beras super yang tadinya Rp 12 ribu sekarang jadi Rp 13.500 per kilonya," kata Dewi, Senin (6/2/2023).
Dengan banyaknya kenaikan dari bahan-bahan pokok di pasaran, Dewi merasa sangat keberatan.
"Ya sangat keberatan, karena kadang pemasukan yang didapat tidak bisa menutupi pengeluaran neng," tambah Dewi.
Ia merupakan single parent yang harus menghidupi diri dengan ketiga anaknya karena suaminya sudah meninggal.
Dewi berprofesi sebagai pedagang kue basah keliling di sekitar Taman Lokasana dan Lembur Situ.
Jadi, dengan naiknya harga beras yang signifikan ia seringkali merasa kebingungan.
"Saya juga suka bingung, beli beras nggak ada buat jajan anak sekolah, kalau nggak beli masa kita nggak makan? Dari saya mah pokoknya semoga pihak pemerintah bisa membantu menstabilkan lagi harga bahan pokok di pasaran apalagi menjelang bulan Ramadan ini," pungkas Dewi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pedagang-beras-di-Pasar-Cileunyi-Kabupaten-Bandung-Jawa-Barat.jpg)