Berakhir Pekan di Curug Akub Bandung, Wisata Tersembunyi yang Kental akan Nuansa Alam
Berakhir Pekan di Curug Akub Bandung, Wisata Tersembunyi yang Kental akan Nuansa Alam
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Nappisah
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Curug Akub, atau biasa disebut Curug Cangkring merupakan tempat tersembunyi yang memiliki potensi wisata unggul di Kabupaten Bandung.
Berada di Kampung Cangkring, RT 06 RW 03, Desa Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, untuk menuju Curug Akub hanya perlu waktu sekira tujuh menit dari Puskesmas Jelekong dengan melewati kawasan pemukiman.
Tak ada biaya masuk alias gratis untuk menikmati panorama Curug Akub yang asri.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa 1 Ramadhan 1444 Hijriah Kamis 23 Maret 2023 untuk Wilayah Kota Bandung
Di sini juga tidak tersedia area parkir untuk pengunjung. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat diparkirkan di lahan warga sekitar.
Akses menuju Curug Akub akan melewati pemukiman warga dengan suguhan keindahan alam berupa pesawahan.
Untuk sampai ke lokasi, pengunjung berjalan kaki sekitar lima menit di jalan setapak yang terjal dikelilingi pohon yang lebat.
Baca juga: Beroperasi Lagi, Kereta Panoramic Jakarta-Bandung dan Bandung-Surabaya, Ini Jadwal dan Fasilitasnya
Setibanya di Curug Akub, nuansa hutan akan terasa, seolah mengajak pengunjung berpetualang di alam bebas.
Tak ada campur tangan manusia, kawasan Curug Akub kental dengan nuansa alam. Bahkan, tak ada petunjuk di jalanan setapak.
Disarankan untuk datang pagi sampai sore hari. Sebab, pada malam hari tidak ada penerangan di kawasan tersebut.
Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Sarapan Legendaris di Bandung, Sediakan Lotek Hingga Lamie
Lebar curug sekitat enam meter, tingginya pun tidak setinggi curug pada umumnya. Air terjun yang berasal dari Sungai Rejeng debitnya tidak terlalu besar.
Peni (63) penjaga Curug Akub mengatakan, saat musim penghujan tiba, debit air akan besar dan sering dijadikan area berenang oleh anak-anak warga sekitar.
"Meski bukan tempat wisata yang dikelola, banyak pengunjung datang untuk makan bersama atau botram di dekat kawasan curug," ujarnya saat ditemui Tribun, Sabtu (04/02/2023).
Baca juga: Ini Dia Resep Comring Khas Bandung yang Renyah dan Gurih Cocok Jadi Teman Cemil Kamu
Menurut Peni, puncak kunjungan ke Curug Akub terjadi saat libur lebaran dan libur sekolah.
"Akub merupakan nama orang yang mempunyai lahan ini, sekarang sudah meninggal dunia dan menjadi milik ahli waris," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Curug-Akub.jpg)