Senin, 11 Mei 2026

1 Orang Terluka dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi di Garut

1 Orang Terluka dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi di Garut Rabu Malam

Tayang:
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kondisi Rumah milik Rosalina (32) warga Kampung Mulyasari, Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (2/2/2023). Terdampak gempa Magnitudo 3,4, Rabu (!/2/2023) malam. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Satu orang mengalami luka ringan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 4,3 magnitudo pada Rabu (1/2/2023) malam.

Korban merupakan warga Kecamatan Samarang Garut. Korban mengalami luka ringan di bagian kepala setelah tertimpa material rumah yang berjatuhan.

"Korban bernama Iwan. Sempat mendapat perawatan di Puskesmas Samarang, sekarang sudah pulang ke rumahnya, luka ringan," ujar Camat Samarang, Neneng Martiana saat dihubungi.

Baca juga: 10 Rumah Rusak Akibat Gempa di Garut, Waspada Sesar Garsela

Selain satu orang meninggal, tercatat ratusan rumah di Garut rusak akibat guncangan gempa bumi tersebut.

Terdapat dua kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Pasirwangi dan Kecamatan Samarang Garut.

Di sisi lain, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, tercatat sebanyak 402 rumah rusak yang berlokasi di dua kecamatan tersebut.

Baca juga: Aliansi Umat Islam Garut Kecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia, Minta Dubes Diusir dari Indonesia

"Mayoritas kerusakan ringan, di Kecamatan Pasirwangi ada 370 rumah rusak dan 31 rumah di Kecamatan Samarang," ujarnya saat meninjau lokasi gempa, Kamis (2/2/2023).

Menurut Helmi, terdapat rumah yang mengalami rusak ringan dan berat di Kecamatan Semarang.

"Samarang itu paling sedikit kerusakan namun kebanyakan rusak berat, sementara di Pasirwangi ratusan mayoritas rusak ringan," ungkapnya.

Baca juga: Candi Cangkuang Garut, Wisata Bersejarah Penuh Peninggalan Budaya Hindu dan Islam di Jawa Barat

Dia mengimbau warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat untuk tidak berada di dalam rumah sementara waktu.

Imbauan itu digaungkan supaya dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Khawatir ada gempa susulan, bisa ngungsi dulu ke rumah saudara karena memang jumlahnya dihitung masih sedikit, kalau banyak kita bisa bikin posko pengungsian," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved