Senin, 11 Mei 2026

10 Rumah Rusak Akibat Gempa di Garut, Waspada Sesar Garsela

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menerima laporan tiga kecamatan di Kabupaten Garut terdampak gempa berkekuatan M 4,3

Tayang:
Editor: ferri amiril
istimewa
Salah satu rumah di Kampung Pasirwangi, Desa Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, rusak akibat gempa bumi berkekuatan 4,3 Magnitudo di wilayah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (1/2/2023) pukul 22.57 WIB. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menerima laporan tiga kecamatan di Kabupaten Garut terdampak gempa berkekuatan M 4,3 yang terjadi pada Rabu (1/2/2023) pukul 22:57:21 WIB. 

Manager Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan gempa tersebut dirasakan di Kabupaten Garut, Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang. Sedangkan yang mengalami kerusakan baru dilaporkan dari tiga desa di Kabupaten Garut.

"Di Kabupaten Garut 10 unit rumah rusak, terdiri atas 8 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang, 1 unit rumah rusak berat, dan 7 unit rumah terdampak," kata Hadi melalui siaran tertulis, Kamis (2/2/2023).

Ia mengatakan BPBD Provinsi Jawa Barat masih berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut dan wilayah lainnya di Jabar untuk melakukan assessment ke lapangan.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi mengguncang Kabupaten Garut dan Bandung, Rabu (1/2/2023) pukul 22:57:21 WIB. BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut merupakan gempa tektonik yang terjadi akibat sesar Garsela.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,3. Episenter terletak pada koordinat 7.27 LS dan 107.73 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km Barat Daya Kabupaten Garut pada kedalaman 3 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela," kata Hartanto melalui siaran tertulisnya.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Garut, Pasirwangi, Cisurupan, Bayongbong, Samarang dengan Skala Intensitas IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

Kemudian dirasakan di Bandung, Lembang, Pangalengan, Pacet, Cileunyi, Sumedang, dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). 

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga pukul 23:18 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," katanya.

Ia mengatakan masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved