Seorang Nenek Tersungkur Dibanting Sang Cucu, Videonya Viral di Media Sosial
Video sebuah adegan seorang cucu yang sedang menggendong bayi lalu membanting sang nenek menjadi viral di media sosial. Seorang nenek mendapatkan
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.
TRIBUNPRIANGAN, CIANJUR - Video sebuah adegan seorang cucu yang sedang menggendong bayi lalu membanting sang nenek menjadi viral di media sosial. Seorang nenek mendapatkan tindak kekerasan oleh seorang perempuan yang belakangan merupakan istri dari sang cucu cucu dengan cara membanting menggunakan satu tangan hingga tersungkur ke tanah.
Berdasarkan informasi yang didapat, seorang nenek tersebut yaitu I, warga asal Kampung Gandasoli, Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Diketahui aksi kekerasan yang dilakukan istri dari cucu korban itu dengan menjambak dan membanting sang nenek.
Berdasarkan video yang beredar sejumlah media sosial, kejadian tersebut berawal ketika korban tengah berbincang dengan tetangganya.
Korban mengeluhkan sikap keseharian dari pelaku yang kerap meninggalkan kewajiban di rumah, yang tidak pernah peduli dengan tanggung jawabnya sebagai seorang perempuan dan istri yang seharusnya telaten mengurusi rumah tangga.
Baca juga: Cerita 50 Warga Datang Tanpa Diundang Ikut Bersihkan Puing Gempa Cianjur
Saat korban tengah berbincang itu, secara kebetulan pelaku datang dan mendengar percakapan tersebut. Pelaku yang tengah menggendong anak balitanya langsung emosi dan terlibat cekcok dengan korban.
Aksi kekerasan yang dilakukan cucu menantu itu, sempat terekam kamera handphone warga. Dalam, video berdurasi 19 detik, terekam korban memilih pergi usai terlibat cekcok di halaman rumah. Namun tiba-tiba pelaku, kembali menghampiri dan menjambak korban.
Tak hanya menjambak, pelaku juga membanting korban hingga tersungkur di tanah. Aksi kekerasan itupun akhirnya dilerai oleh tetangga pelaku dan korban.
Wiwi Cucu Korban mengatakan, korban mengalami sejumlah luka usai dijambak dan dibanting oleh pelaku sehingga harus dibawa ke klinik Kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sempat dibawa ke klinik karena nenek saya mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. Bahkan, sekarang juga masih mengeluhkan pusing,” katanya pada wartawan.
Baca juga: Kerusakan Akibat Gempa Cianjur Tersebar, Rekontruksi Tak Sebentar PMI akan Bertahan 6 Bulan
Menurutnya, kejadian yang dialami neneknya itu dipicu karena pelaku tersinggung dan tidak terima karena kerap dinasehati oleh korban.
"Perbuatan pelaku sudah sangat keterlaluan. Padahal, niat korban hanya ingin cucu menantunya itu tidak disebut sebagai pemalas," katanya.
Wiwi menjelaskan jika masalah tersebut tidak dilaporkan ke polisi, pihak keluarga memilih jalan musyawarah mengingat pelaku memiliki balita yang masih menyusui.
"Diselesaikan secara kekeluargaan, karena pertimbangannya pelaku punya bayi dan masih menyusui. Tapi sudah diusir dari lingkungan tempat tinggal nenek saya, sama suaminya juga sudah diceraikan setelah kejadian," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/bantingnenek.jpg)