Kekerasan Anak

Terungkap, Tenyata Ini Motif Kasus Ayah Potong Kemaluan Anak Kandung di Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya mengungkap motif kasus ayah kandung memotong kemaluan anaknya sendiri yang baru berusia lima tahun di Desa Jayamukti

Tribun Priangan/ Aldi M Perdana
Ibu kandung beserta korban kekerasan oleh ayahnya sendiri tengah dirawat di RSUD SMC 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Aldi M. Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya mengungkap motif kasus ayah kandung memotong kemaluan anaknya sendiri yang baru berusia lima tahun di Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

AKBP Suhardi Hery Haryanto selaku Kapolres Tasikmalaya mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa (23/12/2022) lalu sekira pukul 17.00 WIB.

“Satuan reserse kriminal Polres Tasikmalaya, saat ini telah menangkap tersangka yang berinisial J (39), pelaku kekerasaan terhadap anak kandungnya sendiri,” ungkapnya kepada TribunPriangan.com pada Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Polres Tasikmalaya Ungkap Kronologis Kasus Ayah Tega Potong Kemaluan Anak Sendiri

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari Ibu kandung korban beserta tetangganya tak lama setelah peristiwa itu terjadi.

Motifnya, melalui keterangan hasil pemeriksaan, beberapa hari sebelum kejadian, tersangka J sempat bertengkar dengan istrinya.

Pertengkaran tersebut muncul karena istrinya menyampaikan bahwa anak mereka sudah besar dan harus disunat.

Baca juga: Hanya Gara-gara Tak Punya Biaya Sunatan, Ayah Kandung Tega Potong Kemaluan Anaknya dengan Silet

Beberapa hari kemudian, suami istri itu kembali bertengkar, sehingga pada akhirnya, dari pertengkaran tersebut tersangka J pergi ke belakang rumah dan mendapati sebuah silet.

Tatkala istrinya pergi ke pasar, tersangka yang kembali mengingat bahwa anaknya harus disunat, seketika mengambil silet tersebut dan bergegas pergi ke kamar di mana anak kandungnya tengah tertidur pulas.

Tak dinyana oleh sang anak, tersangka segera melakukan pemotongan terhadap kemaluannya.

Baca juga: Terungkap, Ternyata Ini Alasan Ayah Kandung di Tasikmalaya Tega Potong Kemaluan Anak

Sontak sang anak terbangun dan berlari sambil menangis keluar rumah, sehingga tetangga mendapatinya berlumuran darah pada kakinya.

Hal tersebut diketahui dari keterangan hasil pemeriksaan pihak kepolisian terhadap tersangka.

“Sampai saat ini, kami tetap melakukan pendalaman terkait kasus ini, dan tetap melibatkan pihak-pihak dari unsur kesehatan guna memeriksa kejiwaannya (tersangka),” sambung Hery.

Tambahnya, pasal yang dikenakan terhadap tersangka ialah pasal 80 juncto 76c Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Perlindungan Anak.

“Ancamannya di atas lima tahun,” pungkasnya. (*)

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved