Selasa, 5 Mei 2026

Pameran Lukisan Bangunan Kuno Tasikmalaya, Tanda Cinta Peminat Sejarah Delhi van Java

Pameran Lukisan Bangunan Kuno Tasikmalaya, Tanda Cinta Peminat Sejarah Delhi van Java

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
Alexandreia Indri Wibawa, pelukis bangunan kuno Tasikmalaya. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M. Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA - Sebuah rumah yang dibangun pada 1890, beralamat di Jalan Mohamad Hatta No 16, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi lokasi acara pameran lukisan bangunan kuno Tasikmalaya.

Menggunakan teknik Chinese Painting, sang pelukis yang bernama Alexandreia Indri Wibawa, atau akrab dipanggil Indri, memamerkan 17 karya lukisan bangunan kuno tersebut.

Sebagian dari 17 bangunan kuno Delhi van Java, julukan Tasikmalaya, yang dilukis Indri saat ini telah berganti menjadi bangunan lain, bahkan ada yang telah rata jadi tanah.

Baca juga: Resep Kalua Jeruk, Makanan Khas Tasikmalaya yang Bercita Rasa Unik dan Wajib Dicoba

"Ini merupakan tanda cinta dari kami, para peminat sejarah Tasikmalaya. Mengingat, acara ini juga tidak hanya menggelar pameran lukisan saja, melainkan juga ada diskusi bersama dua tokoh pemerhati sejarah," jelas Indri kepada TribunPriangan.com, Sabtu (17/12/2022).

Dirinya juga mengatakan, bahwa ketika melukis bangunan yang saat ini telah berganti jadi bangunan lain atau bangunannya sudah tidak ada, Indri mencari sumber dari koleksi foto-foto lama milik temannya.

Indri mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber-sumber terkait guna merampungkan 17 lukisan bangunan kuno tersebut.

Baca juga: Lekker Doughnuts, Rekomendasi Liburan Akhir Tahun di Tasikmalaya dengan Berbagai Pilihan Menu Lezat

"Kalau mau jujur, banyak sekali bangunan yang ingin saya gambar. Akan tetapi, bangunannya sudah tidak ada, sementara sumber yang saya cari juga tidak ada. Bahkan di internet juga tidak ada. Saya hanya dapat ceritanya saja dari penuturan tokoh-tokoh bahwa di lokasi tertentu ada bangunan ini-itu, ya hanya tinggal cerita saja," ujarnya.

Perihal karya lukisnya, tambah Indri, dirinya menuangkan lukisan-lukisan tersebut ke dalam dua ukuran, yakni ukuran A3 dan A4.

Indri mempersilakan siapapun yang berminat pada karya lukisnya untuk membelinya.

Baca juga: Delicato Cafe & Talk, Cafe Kekinian dan Modern di Tasikmalaya yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

"Seperti tadi, ada pengunjung yang ternyata dia itu pemilik sebelumnya bangunan kuno yang saya lukis. Dia langsung membelinya. Tapi memang saya rencananya akan menyisihkan 10 persen untuk bantuan masyarakat yang terdampak gempa bumi Cianjur," kata Indri.

Kini sudah ada empat lukisan yang telah dibeli oleh beberapa pengunjung, salah satunya merupakan lukisan bangunan kuno Manonjaya.

Indri juga mengatakan, sebagian pembeli lukisan memiliki keterikatan kenangan terhadap bangunan kuno yang dilukisnya.

Baca juga: Resep Kue Ladu Khas dari Tasikmalaya yang Super Lezat dan Dijamin Nagih

"Melalui pameran ini, saya harap ada perhatian dari masyarakat juga. Mungkin dari pemerintah juga saya harap bisa ikut serta melestarikan, entah itu melalui Peraturan Daerah (Perda) terhadap bangunan-bangunan kuno yang ada," terang Indri.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Tasikmalaya, Hadi Riaddy menuturkan, pihaknya belum memiliki Perda untuk melindungi Cagar Budaya, salah satunya bangunan-bangunan kuno di wilayah Tasikmalaya.

Baca juga: Curug Sawer Mandalamekar, Air Terjun Eksotis dari Tasikmalaya, yang Wajib Dikunjungi

"Silakan, komunitas-komunitas yang peduli akan sejarah atau siapapun itu yang benar-benar peduli, ayo, mulai melakukan pendataan bangunan-bangunan kuno di Tasikmalaya, supaya kita bisa ajukan bersama-sama dan melahirkan Perda perihal ini," jelas Hadi.

Pameran lukisan ini di Kedai Tjinere, Jalan Mohamad Hatta Nomor 16, Kota Tasikmalaya dan dibuka sampai 26 Januari 2023. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved