Gempa Bumi Garut
Usai Digoyang Gempa Magnitudo 6,4 di Garut, 4 Rumah di Ciamis Retak-retak
Menyusul terjadinya goncangan gempa 6,4 M yang episenternya di Garut Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore telah menyebabkan setidaknya 4 rumah warga
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Andri M Dani, Ciamis
TRIBUNPRIANGAN.COM,CIAMIS – Menyusul terjadinya goncangan gempa 6,4 M yang episenternya di Garut Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore telah menyebabkan setidaknya 4 rumah warga di Ciamis mengalami retak-retak.
Ke-4 rumah warga yang mengalami retak-retak terdampak gempa 6,4 M Garut tersebut masing-masing 1 rumah warga di Dusun Kedung Kendal RT 13 RW 04 Desa Sindangsari Banjarsari dan 3 rumah warga di Dusun Cibenda t 01 RW 01 Desa Neglasari Pamarican Ciamis.
Menurut Kapolsek Pamarican Iptu Jajang Sahidin SH Minggu (4/12) ke-3 rumah warga di Dusun Cibenda Rt 01 RW 01 Desa Neglasari yang mengalami retak-retak akibat goncangan gempa 6,4 M Garut Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore tersebut adalah rumah warga yang terdampak gempuran gerakan tanah Minggu (6/11) bulan lalu.
Baca juga: Melihat Keseruan Bule-bule Asal Australia yang Ikut Ngubyak Balong di Kampung Cibunar Ciamis
Akibat pergerakan tanah menyusul hujan lebat yang beberapa hari turun, Minggu (6/11) tersebut ada 7 rumah warga mengalami retak-retak dinding, lantai dan halamannya. Bahkan 2 rumah terpaksa dikosongkan, yakni rumah Ibu Rasih (76) dan rumah Ibu Aroh (73). Kedua warga tersebut mengungsi.
“Setelah petugas kami mengecek ke lokasi gerakan tanah di Dusun Cibenda RT 01 RW 01 tersebut tadi pagi, ada 3 rumah warga yang retakan dindingnya bertambah banyak dan bertambah lebar akibat gempa kemarin sore,” katanya.
Akibat guncangan gempa 6,4 M Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore dari 7 rumah korban pergeseran tanah Minggu (6/11) tersebut ada 3 rumah yang retakan rumahnya bertambah lebar dan bertambah banyak. “Tapi tidak sampai roboh atau ambruk. Akibat gempa kemarin hanya retakanya saja yang bertambah,” jelas Kapolsek Pamarican Iptu Jajang Sahidin.
Baca juga: Mengulik Kisah Warga yang Dirikan Warung Darurat di Posko Pengungsian dengan Barang Sisa Dagangan
Meski retakan dinding rumahnya bertambah, menurut Iptu Jajang Sahidin, ke-3 pemilik rumah tersebut tetap menempati rumahnya yang berada lokasi gempuran retakan tanah tersebut. tIdak mengungsi ke tempat lain.
Iptu Jajang Sahidin mengimbau pemilik rumah di lokasi pergeseran tanah di Dusun Cibenda Rt 01 RW 01 Desa Neglasari tersebut untuk selalu waspada terlebih ketika terjadi gempa maupun turun hujan.
”Kalau hujan deras sebaiknya mengungsi ke rumah warga yang lainnya yang lebih aman,” katanya.
Sebelumnya Ketua Forum Koordinasi Tagana Ciamis, Ade Waluya kepada Tribun menyebutkan satu rumah warga di Dusun Kendung Kendal RT 13 RW 04 Desa Sindangsari Banjarsari mengalami retak-retak dinding penghubung antara ruang tengah dengan dapur.
Baca juga: Menteri ESDM Pimpin Konvoi 200 Motor Listrik di Acara Electric Vehicle Funday Kota Bandung
Dinding pembatas ruang tengah dan dapur rumah milik Sigit Saefudin (25) tersebut mengalami retak-retak dan jebol sebagian setelah diguncang gempa 6,4 M Garut Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Ciamis, R Memet Hikmat mengimbau warga untuk selalu waspada. Mengingat beberapa hari ini telah terjadi gempa seperti susul menyusul.
Gempa 5,6 M menguncang Cianjur Senin (21/11) pukul 13.21 siang telah menelan 327 jiwa dan ribuan bangunan porak- poranda. Gempa tersebut diikuti ratusan gempa susulan yang hampir terjadi setiap hari. Gempa Cianjur Senin (21/11) dirasakan sampai di Ciamis.
Kemudian Sabtu (3/12) pukul 16.49 sore gempa 6,4 M menguncang Garut. Getarannya dirasakan juga sampai ke Ciamis. Berikut Minggu (4/12) subuh, gempa dangkal beruntun 3 kali menguncang Tasikmalaya.
“Sepertinya ring of fire (cincin api) alur gempa terus bergerak,” ujar Memet (andri m dani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/XVXFBVXCB.jpg)