Jumat, 17 April 2026

Gempa Bumi Cianjur

Harga Sayuran di Pasar Cipanas Cianjur Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya

Pedagang di Pasar Cipanas, Cianjur, mengatakan bahwa harga sayur-sayuran yang dijualnya kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat gempa

(TRIBUNNEWS.com/RAHMAT NUGRAHA)
Pedagang di Pasar Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022) 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (21/11/2022), ternyata bukan hanya berdampak pada hilangnya mata pencaharian.

Namun, juga berdampak pada harga sayuran di pasar.

Ahmad, salah satu pedagang di Pasar Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, mengatakan bahwa harga sayur-sayuran yang dijualnya kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Baca juga: Dinamika Politik Indonesia Semakin Terbuka, Dosen UI: Semua Orang Bisa Jadi Elite

Dia mengungkapkan, usai gempa bumi Cianjur, harga sejumlah sayuran meningkat hampir dua kali lipat, bahkan beberapa di antaranya lebih dari 100 persen.

"Peningkatan harga (sayuran) iya, hampir 100 persen," kata Ahmad, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (28/11/2022).

Ahmad menjelaskan kembali, bahwa harga wortel yang biasanya dia jual dengan harga Rp5.000 per kg, kini melonjak hingga Rp15.000 per kg.

Baca juga: Kisah Kesaksian Relawan Muda Mahasiswa Unpad untuk Gempa Cianjur

Baca juga: Kisah Kesaksian Relawan Palestina dan Lebanon yang Terjun Bantu Para Korban Gempa Cianjur

Selain itu, untuk harga tomat juga mengalami kenaikan harga, dari harga Rp7.000 per kg, sekarang naik hingga Rp20.000 per kg.

Ahmad menjelaskan, berkurangnya ketersediaan sayur menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pangan tersebut di pasaran, padahal kebutuhannya tetap banyak.

Menurut Ahmad, adapun penyebab ketersediannya berkurang karena petani sayur yang memasok persediaan di Pasar Cipanas berasal dari Cugenang, daerah terdampak gempa bumi Cianjur.

Baca juga: Dinamika Politik Indonesia Semakin Terbuka, Dosen UI: Semua Orang Bisa Jadi Elite

Ahmad pun menyampaikan, bencana gempa bumi yang melanda Cianjur dan sekitarnya juga berdampak pada penghasilannya.

"Sebelum gempa itu omzet saya mencapai Rp 5 juta per hari. Kalau sesudah gempa itu menurun jadi setengahnya, sekitar Rp 2 jutaan," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved