Sabtu, 16 Mei 2026

Kesehatan

Benarkah Tidur dengan Lampu Terang Berpotensi Bahayakan Kesehatan Jantung? Simak Begini Ulasannya

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern mengungkap bahwa tidur di ruangan yang cukup terang, berpotensi membahayakan.

Tayang:
Unsplash/Tania Mousinho
Ilustrasi tidur. Benarkah Tidur dengan Lampu Terang Bisa Berpotensi Bahayakan Kesehatan Jantung? Simak Begini Ulasannya 

TRIBUNPRIANGAN.COM- Peneliti dari Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern mengungkap bahwa tidur di ruangan yang cukup terang, berpotensi membahayakan kesehatan kardiometabolik.

Studi ini melihat hanya dengan satu malam tidur di ruangan cahaya ambient moderat, dapat meningkatkan detak jantung malam hari dan menimbulkan lonjakan resistensi insulin di pagi hari.

Banyak penelitian terbaru yang menyelidiki dampak cahaya dari layar pada kualitas tidur dan kesehatan secara umum.

Sebagian besar penelitian ini berfokus pada bagaimana paparan cahaya malam hari mengganggu ritme sirkadian.

Baca juga: PROFIL Dinda Kanya Dewi, Aktris yang Kembali Perankan Antagonis di Sinetron Cinta Setelah Cinta

Penelitian itu juga mengatakan bahwa gangguan ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, penyakit jantung, dan obesitas.

Yang masih kurang dipahami adalah hubungan antara paparan cahaya saat kita tidur dengan kesehatan secara umum.

Studi observasional telah mendeteksi hubungan antara tingkat cahaya kamar tidur dan kondisi seperti diabetes atau obesitas.

Tapi hanya beberapa penelitian yang secara eksperimental melihat efek tidur di bawah cahaya terang.

Riset baru ini merekrut 20 orang dewasa muda yang sehat dan membagi mereka menjadi dua kelompok.

Satu kelompok menghabiskan dua malam berturut-turut di laboratorium tidur di bawah cahaya redup (kurang dari tiga lux).

Baca juga: Kembali Dapat Peran Antagonis, Dinda Kanya Dewi Akui Bosan

Sementara kelompok lain menghabiskan satu malam dalam cahaya redup dan malam kedua di bawah tingkat cahaya sedang (cahaya ruangan 100 lux).

"Penelitian menunjukkan detak jantung meningkat ketika tidur di ruangan yang cukup terang. Meskipun kita tertidur, sistem saraf otonom diaktifkan. Itu buruk,” jelas penulis utama studi itu, Daniela Grimaldi seperti dilansir TribunPriangan.com dari laman wellandgood, Rabu (30/3/2022).

"Padahal, detak jantung bersama dengan parameter kardiovaskular lainnya lebih rendah di malam hari dan lebih tinggi di siang hari," sambungnya.

Baca juga: VIRAL Video Mesum 16 Menit Wanita Berkebaya Merah, Begini Sosoknya

Para peneliti juga melihat peningkatan resistensi insulin di pagi hari pada peserta yang tidur di bawah cahaya sedang.

Penulis senior, Phyllis Zee, mengatakan, temuan ini mungkin menawarkan petunjuk untuk studi observasional yang menghubungkan tingkat diabetes lebih tinggi dengan paparan cahaya malam hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved