Cerita Kenapa Mobil Ini Disebut VW Camat
Ada mobil Volkswagen (VW) 181 Safari di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Sumedang.
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Ada mobil Volkswagen (VW) 181 Safari di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Sumedang.
Mobil yang terparkir di halaman gedung rektorat itu dari kejauhan terlihat sangat terawat. Catnya mengkilap mungkin bisa dipakai bercermin. Atapnya bisa disingkap dan jika didekati, interiornya yang elegan terlihat sangat menawan.
Mobil dengan teknologi peninggalan Perang Dunia II. Tipe awal mobil ini adalah VW Kubelwagen yang merupakan kendaraan perang tentara Jerman.
"Mobil ini diamanatkan ke saya, dan sekarang sedang dipakai oleh salah satu pejabat di IPDN ini, saling pinjam," kata Dedi Subarna, Kepala Pamdal IPDN, di Kampus IPDN Jatinangor, Rabu (26/10/2022).
Mobil itu masuk ke Indonesia tahun 1970-an. Ketika itu, pejabat setingkat Camat perlu kendaraan SUV yang tangguh untuk melewati jalan yang tak begitu bagus ketika harus berkunjung ke pelosok.
Maka dilakukan pengadaan mobil, yakni VW Safari ini. Karena ketika itu banyak dipakai oleh Camat, nama itu pula yang menyemat pada mobil ini di Indonesia, VW Camat.
"Saya dapat ini dari seorang dosen, orang Medan, dan dia telah meninggal dunia. Mobil ini dipakai beliau kuliah di Jogja, kemudian dibawa ke Bandung. Karena beliau meninggal dan keluarganya pindah kembali ke Medan, mobil "dititipkan" ke saya," kata Dedi Subarna.
Mobil VW Safari yang dipegang Dedi itu diklaim masih sangat original. Mulai dari bodi, mesin, hingga onderdil lain yang digunakan masih sesuai dengan saat mobil itu keluar dari pabriknya.
"Kecuali fender yang merupakan tambahan. Saya dapatnya sudah dalam kondisi ada tambahan itu," katanya.
Untuk membuat mobil VW Safari itu original, Dedi tak sulit. Fungsi komunitas mobil VW di antaranya adalah untuk bertukar informasi atau saling tawar-menawarkan onderdil original.
"Itulah kalau pehobi, tidak sulit karena punya komunitas, alhamdulillah selalu dapat onderdil, mesin juga bisa beli dari para pengepul," katanya seraya menyebut mesin mobil VW Safari itu sekitar 2000 CC.
Apakah mengemudikan mobil antik itu nyaman? Dedi mengatakan semua rasa kembali lagi ke pengemudinya. Bagi dia sendiri, kenyamanan ada pada mobil keluaran terbaru, tetapi rasa percaya diri bertambah ketika mengemudikan mobil VW Safari itu.
Lalu, berapa harga mobil tua itu? Dia meyebut kepemilikan mobil itu tak bisa diukur dengan harga.
"Ini enggak ada harganya. Harga tergantung orangnya. Kalau ada orang seperti sedang ngidam, bisa jadi ya ratusan juta rupiah," katanya sambil menyebut kendaraan itu punya surat-surat yang lengkap.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/vw-safari.jpg)