Cerita Perjuangan UPT Pemadam Kebakaran Bungbulang di Selatan Garut
Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemadam Kebakaran Kecamatan Bungbulang menjadi kantor pelayanan paling ujung di Kabupaten Garut.
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemadam Kebakaran Kecamatan Bungbulang menjadi kantor pelayanan paling ujung di Kabupaten Garut.
Terletak di Kampung Cikalong, Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. UPT Damkar Bungbulang menjadi kantor yang paling sibuk melayani berbagai macam keluhan warga.
Mulai dari kebakaran, evakuasi binatang buas hingga penanganan bencana longsor yang setiap saat mengancam wilayah rawan bencana tersebut.
Tim dengan 12 orang anggota itu harus rela kurang tidur untuk tetap siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
"Di saat musim hujan terus menerus, petugas damkar waswas takut terjadi longsor, pohon tumbang, sampai siaga hingga larut malam bahkan tidak tidur," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Damkar Bungbulang, Hendra Santoso, Selasa (25/10/2022).
Ia menuturkan, wilayah tugas UPT Damkar Bungbulang meliputi enam kecamatan di Garut Selatan, yakni Kecamatan Bungbulang, Mekarmukti, Pakenjeng, Caringin, Cisewu dan Kecamatan Talegong.
Letak geografis enam kecamatan tersebut dikelilingi wilayah pegunungan dengan akses jalan yang berkelok-kelok nan jauh.
Dengan kondisi geografis seperti itu, pihaknya membentuk relawan yang sudah dilatih di setiap kecamatan. Hadirnya para relawan itu sangat membantu tugas mereka.
Di musim hujan seperti saat ini, tugas mereka bertambah, tidak hanya memadamkan api tapi juga harus siap saat longsor terjadi di sejumlah jalan raya.
"Akses jalan harus segera dinormalisasi jika ada longsor yang menimbun jalan, karena jalan penghubung kecamatan di sini tidak banyak, jadi tidak ada alternatif," ucapnya.
Hendra menuturkan, bencana alam tidak mengenal waktu dan tempat, seringkali terjadi sore hingga malam hari.
Para anggota UPT Damkar Bungbulang memiliki dua regu, mereka saling bergantian setiap setiap 3x24 jam. Setiap regu beranggotakan lima orang dengan satu pengawas Kassubag dan Kepala UPT.
"Kami berikan segala kemampuan yang kami miliki, untuk musim hujan saat ini alhamdulillah wilayah kami aman, tidak ada kejadian bencana, mudah-mudahan semua aman," tutur Hendra.
Sementara itu, warga Kecamatan Bungbulang, Enjang Yanto (43) merasa takjub dengan kerja para anggota pemadam api itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/baris-berbaris.jpg)