Keluarga Minta Pemerintah Lakukan Trauma Healing, Pemuda yang Naik Tower Shock

Keluarga R (24) meminta pendampingan trauma healing kepada pemerintah karena R shock pasca coba bunuh diri

Editor: ferri amiril
Tribunpriangan.com/kiki andriana
Maksum (42) saat menunjukkan lokasi tower listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) untuk percobaan bunuh diri seorang pemuda di Cianjuang, Cimanggung, Sumedang, Minggu (8/10/2022), dini hari. 

Laporan Kontributor TRIBUNPRIANGAN.COM Sumedang, Kiki Andriana

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Keluarga R (24) meminta pendampingan trauma healing kepada pemerintah. Sebab, meski dilakukan dalam kondisi sadar penuh, tindakan menaiki tower dan berniat mengakhiri hidup, tetap saja membuat R shock. 

Pepatah Sunda bilang "reuwas ka rereuhnakeun". R syok dan menurut kesaksian Indra Gunawan (45), kakak iparnya, kondisi R sangat drop. 

R adalah pemuda warga Dusun Babakan Limus, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dia hendak mengakhiri hidup dengan memanjat tower SUTET berketinggian 88 meter pada dini hari tadi, Minggu (9/10/2022).   

"Kondisinya masih drop. Kejadian seperti ini pasti membuat trauma," kata Indra di kediaman R. 

Ia mengatakan akan meminta pendampingan untuk menyembuhkan trauma atau trauma healing, baik untuk R maupun untuk kedua orang tuanya. 

"Ya mungkin kami mau minta pendampingan lewat pihak (pemerintah) desa dulu," kata Indra. 

Indra berkata bahwa R sempat mengeluhkan ingin pindah tempat kerja dan pindah model pekerjaan. Kerjanya kini di perusahaan makanan ringan sangatlah berat. 

Barangkali karena aktivitas fisik atas kerja-kerja berat itulah yang membuat R kena sakit hernia. 

"Dia ingin pindah kerja tetapi belum mendapatkan peluang kerja yang lain, sehingga dia bertahan bekerja meski sakit-sakitan, dia tulang punggung ayah dan ibunya," kata Indra. 

Indra sendiri sangat kaget ketika subuh tadi menerima kabar adiknya itu mau mengakhiri hidup dengan cara memanjat tower SUTET.

Beruntung ibunya dapat meluluhkan hatinya sehingga R bersedia turun, disambut tim SAR Gabungan yang sedari awal siap melakukan evakuasi.  

"Saya tidak nyangka akan seperti ini. Dia di mata kelurag baik dan tak pernah berbuat macam-macam, soal agama juga dia termasuk taat," kata Indra.(*)

 

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved