Ayah Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang Diserang Netizen
Ayah bayi meninggal di dalam kandungan istrinya, Rosita (39) sempat mengunggah nasib nahasnya di media sosial.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Ujang Mulyana (40) ayah bayi perempuan yang meninggal di dalam kandungan istrinya, Rosita (39) sempat mengunggah nasib nahasnya di media sosial.
Dia mengunggah keluh kesahnya atas pelayanan Rumah Sakit Pakuwon yang menurutnya buruk di media sosial. Bukannya mendapat simpati karena banyinya meninggal dunia, Ujang malah kena rujak netizen.
Dia mengaku mendapat banyak komentar negatif di FB, di antaranya komentar yang menyudutkannya mengandalkan hidup dari bantuan pemerintah termasuk urusan persalinan.
Padahal, Ujang tidak pernah sedikitpun lengah untuk mempersiapkan persalinan anak pertamanya itu. Bahkan dia sudah memikirkan untuk biaya akikah jika anaknya lahir selamat.
Baca juga: Kisah Pilu Ibu Hamil di Sumedang: Rujukan Sesar Ditolak RS hingga Bayi Meninggal Dalam Kandungan
"Ya ada BPJS yang dibayar pemerintah. Komen orang katanya suaminya (mokondo), padahal saya sudah menyiapkan, maka banyak bikin kesal (komentar),"
"Ya pakai biaya, meski bayi (dikover BPJS) tetap saja pakai biaya. Komentar di FB bikin nyesek, makanya saya hapus postinganya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Nahas dialami Rosita (39), ibu hamil yang bayinya meninggal di dalam kandungan akibat rujukan caesar dari Puskesmas Darmaraja ke RS Pakuwon Sumedang ditolak rumah sakit.
Akhirnya, bayi perempuan itu meninggal di dalam kandungan. Bayinya dilahirkan dalam keadaan normal, namun sebelum lahir, bidan di Puskesmas menyebutkan Detak Jantung Janin (DJJ) sudah tidak terdeteksi.
"Bidan sudah mengatakan, Pak kalau-kalau ini bayi lahir tak bernyawa, soalnya detaknya sudah tidak terdeteksi," kata Ujang Mulyana (40) saat menceritakan pengalamannya mendampingi Rosita sang istri dalam detik-detik persalinan.
Baca juga: Kronologi Bayi Meninggal dalam Kandungan Usai Rujukan Sesar Ditolak Rumah Sakit di Sumedang
Kepada TribunJabar.id, Rabu (27/5/2026), warga Dusun Kaum RT02/05, Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang itu menjelaskan bayinya sungsang menurut diagnosa Puskesmas.
Karena itu, Rosita dirujuk ke RS Pakuwon. Dalam kondisi badannya yang lemah, Rosita pergi diantar mobil ke Puskesmas itu, kejadian ini pada Rabu (13/5/2026).
di RS Pakuwon, Rosita malah ditolak untuk melakukan caesar, padahal rujukannya jelas. Menurut Ujang, ketika itu, dokter yang menangani sedang ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, dan dokter pengganti tidak kompeten untuk mengambil keputusan persalinan caesar.
Sang bayi dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan saat ditangani di Puskesmas Darmaraja, Jumat (22/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Humas RS Pakuwon Sumedang, Tony Chowalidin saat dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Rabu petang, belum memberikan keterangan terkait hal ini.
"Nanti ya, saya izin dulu ke Direktur," katanya. (*)
Baca juga: Pihak RS Pakuwon Sudah Datangi Rumah Duka Bayi Meninggal Dalam Kandungan, Orang Tua Kecewa
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
| Pihak RS Pakuwon Sudah Datangi Rumah Duka Bayi Meninggal Dalam Kandungan, Orang Tua Kecewa |
|
|---|
| Kronologi Bayi Meninggal dalam Kandungan Usai Rujukan Sesar Ditolak Rumah Sakit di Sumedang |
|
|---|
| Kisah Pilu Ibu Hamil di Sumedang: Rujukan Sesar Ditolak RS hingga Bayi Meninggal Dalam Kandungan |
|
|---|
| Warung dan Bumdes Jadi Senjata Hapus Stunting? Ini Strategi Desa BRIlian Margamukti di Sumedang |
|
|---|
| Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging Kurban Gunakan Wadah Anyaman Bambu dan Daun Jati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Bayi-itu-meninggal-dalam-kandungan-ibunya-di-sumedang-1.jpg)