Umur TPSA Cibeureum Sumedang Diperkirakan 20 Tahun Lagi
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memproyeksikan Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memproyeksikan Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum di Kecamatan Cimalaka memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung sampah dalam jangka panjang
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memproyeksikan Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum di Kecamatan Cimalaka memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung sampah dalam jangka panjang.
Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, mengatakan TPSA Cibeureum hingga saat ini masih mampu menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
“Apalagi sekarang sampah mulai kita pilah, secara bertahap kita olah. Ada pengolahannya sehingga usia ekonominya bisa semakin panjang,” ujar Wasman mengawali pembicaraan dengan Tribun, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, dengan berbagai upaya peningkatan pengelolaan sampah yang tengah dilakukan, masa operasional TPSA Cibeureum bahkan diperkirakan dapat bertahan lebih lama.
“Bahkan saya perkirakan usia operasional TPSA Cibeureum bisa lebih dari 20 tahun, bukan hanya 15 tahun lagi,” katanya.
Baca juga: TPA Cibeureum Sumedang Dipastikan Aman dari Longsor, Nihil Sampah Menggunung
Meski demikian, Wasman mengakui peralatan operasional di TPSA Cibeureum masih terbatas. Saat ini alat berat yang tersedia terdiri dari satu unit backhoe besar, satu backhoe kecil, serta satu unit loader.
“Alat berat memang masih terbatas. Baru ada satu backhoe besar, satu kecil, dan satu loader. Walaupun alatnya sudah cukup tua, tapi masih bisa diandalkan untuk kapasitas saat ini,” jelasnya.
DLHK Sumedang juga terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. Berbagai metode pengolahan mulai diterapkan agar volume sampah yang masuk ke TPSA dapat dikurangi.
Beberapa pengolahan yang dikembangkan di antaranya pengolahan sampah menjadi kompos, budidaya maggot untuk mengurai sampah organik, hingga pengolahan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Wasman menambahkan, proyeksi umur TPSA Cibeureum yang bisa mencapai lebih dari 20 tahun juga sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Dengan catatan gaya hidup masyarakat semakin sadar lingkungan, tidak sembarangan membuang sampah, dan pengolahan sampah dilakukan juga di level lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap penguatan sistem pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga TPSA dapat menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di daerah.(*)
| Priangan Full Hajat Juni 2026: Ini Daftar 8 Event Meriah di Pangandaran, Garut, Ciamis, dan Sumedang |
|
|---|
| 3 Jam Damkar Padamkan Truk Tangki BBM yang Terbakar di Tol Cisumdawu |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Truk Tangki Pertamina Terbakar di Tol Cisumdawu Sumedang |
|
|---|
| Perampokan Minimarket di Cimalaka Sumedang , Pelaku Sempat Gasak Ponsel Korban dan Rokok |
|
|---|
| Polisi Akan Tes Urine Perampok Minimarket di Cimalaka Sumedang, Motif Masih Didalami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-saat-meninjau-TPA-Cibeureum-Sumedang-1.jpg)