Jumat, 24 April 2026

Pengelolaan Sampah di Sumedang

TPA Cibeureum Sumedang Dipastikan Aman dari Longsor, Nihil Sampah Menggunung

DLHK Kabupaten Sumedang memastikan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum di Kecamatan Cimalaka masih dalam kondisi aman.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Humas Pemkab Sumedang
TINJAU TPA CIBEUREUM - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau TPA Cibeureum, Sumedang.  

Ringkasan Berita:
  • Longsor sampah di TPA Bantargebang, Bekasi menewaskan tiga orang dan memicu perhatian soal pengelolaan sampah.
  • DLHK Sumedang memastikan TPSA Cibeureum di Cimalaka masih aman dan tidak memiliki tumpukan sampah menggunung.
  • Pengelolaan sampah di lokasi itu juga mulai beralih dari sistem open dumping ke controlled landfill.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Peristiwa longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kabupaten Bekasi, yang menewaskan tiga orang, menjadi perhatian banyak pihak terkait pengelolaan sampah di berbagai daerah. 

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang memastikan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cibeureum di Kecamatan Cimalaka masih dalam kondisi aman.

Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, menjelaskan bahwa kondisi TPSA Cibeureum berbeda dengan TPA Bantargebang yang mengalami penumpukan sampah hingga terjadi longsor.

Menurut Wasman, peristiwa di Bantargebang dipicu oleh tumpukan sampah yang sangat tinggi dan berada di dekat aliran sungai. Selain itu, struktur penahan atau benteng di lokasi tersebut dilaporkan jebol sehingga menyebabkan longsoran.

Baca juga: Pemkab Sumedang Siap Terapkan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

“Di Bekasi itu sampahnya menumpuk sekali dan berada di pinggir sungai. Benteng penahannya jebol, kurang lebih begitu kondisinya,” ujar Wasman mengawali pembicaraan dengan Tribun Jabar,id, Senin (9/3/2026). 

Sementara itu, kondisi TPSA Cibeureum dinilai jauh lebih terkendali. Areal pengelolaan sampah di lokasi tersebut memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan sekitar 7 hektare di antaranya digunakan khusus untuk area pembuangan akhir.

Wasman menegaskan, pengelolaan sampah di TPSA Cibeureum saat ini juga sedang beralih secara bertahap dari sistem open dumping menuju controlled landfill untuk meningkatkan keamanan dan pengelolaan lingkungan.

“Sekarang bertahap dari open dumping ke controlled landfill, sehingga pengelolaan sampah di Cibeureum jauh lebih aman,” katanya.

Ia juga memastikan tidak ada tumpukan sampah yang menggunung seperti yang terjadi di beberapa TPA besar. Kondisi permukaan sampah di TPSA Cibeureum relatif rata dan tidak melebihi ketinggian jalan di sekitarnya.

“Di Cibeureum tidak ada tumpukan sampah yang menggunung, justru relatif rata dengan jalan sehingga masih aman,” jelasnya.

DLHK Sumedang mencatat volume sampah yang masuk ke TPSA Cibeureum setiap hari berkisar antara 145 hingga 160 ton. Jumlah tersebut dapat berubah tergantung aktivitas masyarakat pada hari tertentu.

Dengan kondisi tersebut, Wasman memastikan kapasitas dan sistem pengelolaan di TPSA Cibeureum masih mampu menampung sampah dari wilayah Kabupaten Sumedang dengan aman. (*)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved