Rabu, 10 Juni 2026

Perang Sarung di Cimalaka Sumedang Digagalkan Kepolisian

Aksi perang sarung yang diduga akan digelar sekelompok pemuda di kawasan Jalan Naluk, Sawah Pojom, Kecamatan Cimalaka

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
DIAMANKAN - Tim Kujang Polres Sumedang mengamankan sekelompok pemuda yang hendak melakukan perang sarung, di kawasan Jalan Naluk, Sawah Pojom, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Sabtu (21/2/2026) malam. 
Ringkasan Berita:* Aksi perang sarung yang diduga akan digelar sekelompok pemuda di kawasan Jalan Naluk, Sawah Pojom, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berhasil digagalkan aparat kepolisian, Sabtu (21/2/2026) malam.

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Aksi perang sarung yang diduga akan digelar sekelompok pemuda di kawasan Jalan Naluk, Sawah Pojom, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berhasil digagalkan aparat kepolisian, Sabtu (21/2/2026) malam.

Sebanyak 10 pemuda diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk sarung berisi batu hingga senjata tajam.

Pengamanan dilakukan dalam rangkaian patroli rutin yang digelar Polres Sumedang guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.

Patroli dimulai sekitar pukul 23.00 WIB oleh Tim Kujang bersama personel lainnya. Sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas menjadi sasaran pemantauan, di antaranya kawasan Alun-Alun Sumedang dan Bundaran Binokasih.

Di tengah patroli, petugas menerima laporan masyarakat mengenai rencana aksi perang sarung di kawasan Sawah Pojom. Tim langsung bergerak ke lokasi dan mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS! Seorang Pria di Sumedang Tewas Tersungkur dari Atas Motor

Petugas kemudian mengamankan 10 pemuda yang sebagian besar berstatus pelajar.

Dari tangan para pemuda, polisi menyita sejumlah barang bukti yang berpotensi membahayakan, yakni delapan sarung yang telah diisi batu, dua penggaris yang ditajamkan, satu bilah golok, serta tujuh unit sepeda motor.

Perang sarung yang kerap dianggap tradisi permainan Ramadan dinilai berbahaya apabila dimodifikasi dengan benda keras atau tajam. Selain berisiko menimbulkan luka serius, aksi tersebut juga dapat mengganggu ketertiban umum.

Seluruh pemuda yang diamankan dibawa ke Mapolres Sumedang untuk didata dan dibina. Orang tua mereka turut dipanggil sebelum akhirnya para remaja tersebut dipulangkan.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurutnya, kepolisian hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga mencegah dan melindungi, terutama generasi muda agar tidak terjerumus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Patroli serupa akan terus digencarkan selama Ramadan, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari, sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Sumedang.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved