Senin, 20 April 2026

Fadli Zon Dorong Situs Gunung Palasari SumedangJadi Cagar Budaya Nasional

Pemerintah pusat dan daerah sepakat mendorong Situs Gunung Palasari di Kabupaten Sumedang menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang aktif

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/Humas Pemkab Sumedang untuk Tribun Jabar
KUNJUNGI GUNUNG PALASARI - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat berkunjung ke kawasan Gunung Palasari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (17/1/2026). 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pemerintah pusat dan daerah sepakat mendorong Situs Gunung Palasari di Kabupaten Sumedang agar berkembang menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang aktif, tanpa meninggalkan prinsip pelestarian lingkungan. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, ke kawasan Gunung Palasari, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kunjungannya yang didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Fadli Zon menegaskan bahwa Gunung Palasari memiliki nilai penting dari sisi sejarah, budaya, sekaligus ekologi. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Ke depan, kita akan bersama-sama dengan Pak Bupati, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), serta para pemangku kepentingan lainnya mendorong Situs Gunung Palasari agar menjadi tempat wisata budaya dan sejarah yang hidup,” ujar Fadli Zon.

Menurutnya, pengembangan kawasan cagar budaya harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menjaga ekosistem alami di sekitar situs, termasuk melalui penanaman pohon-pohon langka yang merupakan bagian dari kekayaan hayati lokal.

“Kita juga harus menjaga ekosistem yang ada, salah satunya dengan menanam pohon-pohon langka yang merupakan bagian dari pohon endemik lokal,” katanya.

Baca juga: Mengungkap Misteri Sejarah Benteng Gunung Palasari Sumedang, Ada Satu Ruangan Dipercaya Angker

Fadli Zon juga membuka peluang peningkatan status Gunung Palasari agar memperoleh perlindungan yang lebih kuat secara hukum. Ia menilai, dengan nilai sejarah dan budayanya, situs tersebut layak didorong menjadi cagar budaya nasional.

“Cagar budaya seperti ini nantinya bisa kita dorong dan tetapkan sebagai cagar budaya nasional, sehingga perlindungannya lebih kuat dan pengelolaannya lebih berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk merawat dan mengelola Gunung Palasari secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pelestarian tidak cukup hanya menjaga fisik situs, tetapi juga memastikan keberadaannya memberi manfaat edukatif bagi masyarakat.

“Cagar budaya ini harus hidup dan memberi dampak. Bukan hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat Sumedang datang, melihat, mengetahui, dan memiliki kesadaran untuk ikut melestarikannya,” kata Dony.

Dony menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pelestarian cagar budaya. Menurutnya, rasa memiliki akan tumbuh ketika masyarakat diberi ruang untuk mengenal dan memanfaatkan situs budaya secara positif.

“Bagaimana masyarakat Sumedang datang, mengetahui, aware, dan akhirnya merasa memiliki. Itulah kunci agar pelestarian cagar budaya bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari inovasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga merencanakan digitalisasi Situs Gunung Palasari. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sejarah dan nilai budaya, terutama bagi generasi muda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved