Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Libur Natal, Penjualan Tahu Sumedang di Pamulihan Melonjak Hingga 80 Persen
Penjualan tahu di sejumlah sentra kuliner khas Sumedang dilaporkan meningkat signifikan, bahkan mencapai 80 persen dibandingkan hari biasa.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Penjualan Tahu Sumedang naik 80 persen selama libur Natal 2025, terutama di Kedai Haji Ateng, Simpang Pamulihan, Sumedang.
- Produksi mulai pukul 04.00–22.00 WIB, pegawai ditambah dari 2 menjadi 4–6 orang untuk melayani lonjakan pembeli.
- Pembeli dari Sumedang dan luar daerah tetap ramai, harga tahu Rp1.000/buah, penjualan diperkirakan ramai hingga awal 2026.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Momentum libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 membawa berkah bagi para perajin dan pedagang Tahu Sumedang.
Penjualan tahu di sejumlah sentra kuliner khas Sumedang dilaporkan meningkat signifikan, bahkan mencapai 80 persen dibandingkan hari biasa.
Salah satunya dirasakan Kedai Tahu Sumedang Haji Ateng yang berlokasi di kawasan Simpang Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Kedai yang berada sekitar 200 meter dari pertigaan Simpang tersebut tampak ramai diserbu pembeli sejak dini hari hingga malam.
Baca juga: Pantauan Arus Lalu Lintas Bandung Sumedang Siang Ini Cukup Lengang
“Kalau hari biasa penjualan masih normal, tapi sejak libur Natal ini meningkat tajam. Kenaikannya sekitar 80 persen,” ujar Mochamad Rizal, pengelola Kedai Tahu Haji Ateng, Kamis (25/12/2025) sore.
Ia menyebutkan, aktivitas produksi dan penjualan dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Meski jumlah pembeli melonjak, harga tahu tetap terjangkau, yakni Rp1.000 per buah.
Lonjakan permintaan juga berdampak pada jumlah tenaga kerja. Pada hari biasa, kedai tersebut hanya mempekerjakan dua orang pegawai. Namun saat akhir pekan dan masa libur Natal, jumlah pegawai ditambah menjadi 4 hingga 6 orang untuk melayani pembeli.
“Enggak sampai keteteran, tapi super sibuk. Ramainya luar biasa,” katanya.
Selain tahu goreng, kedai ini juga menjajakan sejumlah makanan pendamping seperti telur asin, lontong, dan bacang. Bacang dijual Rp10 ribu untuk tiga buah, telur asin Rp6 ribu per butir, serta lontong Rp5 ribu untuk empat potong.
Pembeli yang datang tak hanya berasal dari wilayah Sumedang, tetapi juga dari luar daerah. Salah seorang pembeli, Asep Yakuhimo, mengaku sengaja mampir meski cuaca sedang hujan.
“Saya dari Cikajang, Garut. Habis main dari Pangjugjugan, mampir ke sini,” ujar Asep yang datang menggunakan mobil.
Menurutnya, tahu Sumedang di Kedai Haji Ateng memiliki cita rasa khas yang membuatnya selalu kembali.
“Tahunya enak, gurih,” katanya sambil mengunyah tahu saat berbincang dengan TribunJabar.id.
Kedai Tahu Haji Ateng menyediakan pilihan bagi pembeli untuk dibawa pulang (take away) maupun disantap di tempat. Pengelola menyediakan area lesehan sederhana yang cukup nyaman bagi pengunjung.
Dengan masih berlangsungnya masa libur akhir tahun, pengelola memperkirakan penjualan tahu Sumedang akan tetap ramai hingga awal tahun 2026.
Baca juga: Pencairan Bansos BPNT Desember 2025 di Sumedang Masih Berlanjut, Begini Cara Cek Penerimanya
| Prediksi Arus Lalin di Jalur Gentong Kata Kapolres Tasikmalaya Meningkat saat Libur Nataru 2026 |
|
|---|
| Libur Sekolah, Disdikpora Pangandaran Imbau Peserta Didik agar Berhati-hati saat Berpergian |
|
|---|
| Libur Nataru 2025, BPBD Pangandaran Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Jelang Libur Nataru, Okupansi Hotel di Pangandaran Sudah 70 Persen, Banyak Wisatawan Booking |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kedai-Tahu-Sumedang-Haji-Ateng-25122025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.