Minggu, 12 April 2026

Santri Ponpes Nurrush Sholaah Keracunan

26 Santri Nuurush Sholaah Korban Keracunan Masih Dirawat di RS UNPAD

Sebanyak tiga santri korban keracunan massal usai menyantap makanan di Pondok Pesantren Nuurush Sholaah

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Kiki Andriana
KERACUNAN - Suasana di Ponpes Nuurush Sholaah yang berlokasi di Dusun Bangkir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang usai ratusan Santri keracunan, Jumat (19/12/2025) malam. 
Ringkasan Berita:* Santri Nuurush Sholaah Cimanggung Sumedang keracunan
* 26 masih dirawat di RSUD Unpad
* Polisi sebut katering bukan dapur MBG

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebanyak tiga santri korban keracunan massal usai menyantap makanan di Pondok Pesantren Nuurush Sholaah, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang yang ditangani medis di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (UNPAD), Jatinangor, sudah diperbolehkan pulang. 

Septian, Humas RS Unpad, mengatakan, sebanyak tiga korban keracunan massal yang dirawat di RS Unpad telah pulang ke rumah masing-masing lantaran kondisinya sudah membaik. 

"Total ada 29 orang yang dirujuk ke RS Unpad, 3 orang di antaranya sudah diizinkan pulang serta menjalani rawat jalan, dan 2 orang pasien pindah rujukan RS karena ingin dekat dengan tempat tinggalnya, "kata Septian, kepada Tribun, Minggu (21/12/2025). 

Ia mengatakan, hingga saat ini tercatat 25 orang korban masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut. 

"Mereka masih dalam perawatan medis, mereka berangsur membaik," katanya. 

Baca juga: 42 Santri Nurrush Sholaah Cimanggung Sumedang Keracunan Membaik Tapi Belum Boleh Pulang dari RSKK

Diberitakan sebelumnya, peristiwa keracunan massal menimpa 116 santri dan warga di Pondok Pesanten Nuurush Sholaah, Kecamatan Cimanggung

Peristiwa ini Jumat (19/12/2025). Para korban merasakan mual dan pusing. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 korban dievakuasi ke Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK), RSUD Cikopo Cicalengka, RS AMC, RS Unpad, dan RS Harapan Keluarga, dan 54 santri lainnya dirawat medis di lokasi pesantren 

Kepolisian Sektor Cimanggung, Polres Sumedang telah menarik simpulan awal mengenai kronologi keracunan santri Ponpes Nuurush Sholaah di Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang ini. 

Menu yang disantap juga sampelnya telah dibawa Tim Inafis Polres Sumedang dan Dinas Kesehatan Sumedang untuk dicek laboratorium. 

Kompol Aan Supriatna, Kapolsek Cimanggung mengatakan menu yang disantap adalah nasi dengan ayam, telur baldo, ketang, dan sambal. 

Kronologi kejadian ini. Menurutnya, santri Ponpes Nuurush Sholaah menyantap makanan seusai kegiatan pesantren pada Kamis (18/12/2025) malam. Baru pada Jumat dini hari, pukul 04.00-14.00, korban keracunan makanan mulai berjatuhan. 

"Makanan katering itu dimasak di dapur di Cikancung, Kabupaten Bandung, bukan MBG," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved