Rabu, 13 Mei 2026

5 Langkah Pemkab Sumedang Untuk Menekan Angka Kekerasan Terhadap Anak

Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengupayakan lima hal untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
ilutrasi/dokumentasi/kompas.com
FOTO ILUSTRASI - Ilustrasi pengeroyokan satpam 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengupayakan lima hal untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak

Tahun ini, angka kekerasan terhadap perempuan memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka kekerasan terhadap anak-anak tahun ini meningkat. 

Ekki Riswandyah, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  DPPKBP3A Kabupaten Sumedang mengatakan penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan itu juga dampak dari edukasi di Sumedang yang dinilai berhasil.

"Tahun ini ada sekitar 20 kasus kekerasan kepada perempuan. Ini cenderung lebih sedikit dari sebelumnya. Kekerasan meliputi berbasis gender online (KBGO), dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," katanya kepada Tribun, Kamis (18/12/2025). 

Namun, persoalan kekerasan justru meningkat di kalangan anak dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak di Sumedang pada tahun 2025 mengalami kekerasan. Ada sekitar 130 laporan kekerasan anak. Kekerasan kepada adan meliputi bullying, tawuran, kekerasan seksual, dan KBGO. Ini menurutnya bertalian juga dengan pola asuh keluarga. 

Baca juga: 130 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Sumedang Selama Tahun 2025

"Kami telah selalu berupaya untuk menekan angka itu. Bukan sebatas angka, melainkan kasus ril di lapangannya kita tekan," katanya. 

Pemkab Sumedang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DPPKBP3A)  telah melakukan: 

1. Peningkatan kualitas hidup perempuan dengan sekolah perempuan dan penguatan kelompok-kelompok tani di semua desa di Sumedang dan penguatan dan pengembangan Kampung KB (keluarga berencana) sebagai ruang bersama Indonesia untuk aktifitas perempuan dan anak.

2. Membentuk Forum Genre yaitu, forum anak Sumedang tandang untuk menjadi pelopor dan pelapor. 

3. Penguatan tim dan satgas Paredi Cekas (pola asuh anak remaja era digital cegah kekerasan) dengan program inovasi Peri Langit (perlindungan inklusif lawan dan cegah tindak kekerasan pada perempuan dan anak terintegrasi).

4. Penguatan layanan Puspaga (pusat pembelajaran keluarga).

5. Pendampingan dan penanganan korban anak dan ABH (anak berhadapan dengan hukum) di UPTD PPA DPPKBP3A. 

Ekki mengimbau kepada semua orangtua di Sumedang untuk berperan aktif mencegah kekerasan terhadap anak-anak.

"Imbauan untuk semua orangtua, mari kita perkuat kualitas komunikasi dalam keluarga, perkuat pendampingan penggunaan gadget pada anak  dan stop roblox, mobile legend, dan game online lainnya,"

"Tidak lupa, gerakan ayah teladan dengan shalat berjamaah. Dan jika ada kejadian bisa lapor ke call center Ceu Dudu (ceurita dunia pengaduan) 08112222110," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved