Jumat, 1 Mei 2026

Libur Nataru

Jelang Libur Nataru, BPBD Sumedang Sisir Hulu Sungai di Kawasan Wisata Citengah 

Kawasan wisata Citengah di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang pernah dilanda banjir bandang dan membuat seorang wisatawan meninggal

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Humas Pemkab Sumedang untuk Tribun Jabar
SISIR HULU SUNGAI - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto (kanan) saat mengecek kesiapsiagaan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Jumat (31/10/2025). Jelang Libur Nataru, BPBD Sumedang Sisir Hulu Sungai di Kawasan Wisata Citengah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Kawasan wisata Citengah di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang pernah dilanda banjir bandang dan membuat seorang wisatawan asal Indramayu meninggal dunia. 

Banjir bandang diduga akibat ada sumbatan di wilayah hulu sungai dan membendung. Ketika bendungan tidak kuat, air bah tumpah. Kawasan wisata ini terseret arus air. 

Menghindari kejadian serupa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang yang baru-baru ini mendapatkan laporan ada pohon tumbang di kawasan hulu Sungai Citengah, segera melakukan penanganan. 

Tim dikerahkan ke sana untuk memotong kayu yang dimungkinkan melintang di aliran air dan menghambat aliran sungai. Selain itu, penyisiran dilakukan khawatir ada material tanah longsor menutup sungai. 

"Untuk mitigasi beberapa minggu lalu, ada kayu roboh di hulu sumber air di kawasan Citengah, kami sudah koordinasi dengan Forkopimcam dan aparat desa, kami sudah pangkas dan pembersihan, diduga dapat mengakibatkan banjir bandang," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto kepada TribunJabar.id, Jumat (12/12/2025). 

Baca juga: Pengemudi yang Melintas ke Jalan Arteri Sumedang Diimbau dengan Sangat untuk Waspada Bencana

Dia menjelaskan, pihaknya membuat kawasan hulu itu clear supaya tidak terjadi banjir bandang yang tentu akan menyengsarakan. 

"Citengah sampai sungai ke arah hulu, agar tidak ada kayu yang melintang dan sampai sekarang aman terkendali," katanya. 

Dia juga memastikan informasi banjir dan pemicu banjir tersampaikan dengan segera baik dari warga kepadanya, maupun sebaliknya dari BPBD ke warga, melalui grup WhatsApp. 

"Kewenangan itu di kelompok masyarakat, ada semacam WA grup, jadi pada saat hujan tinggi, di sana sudah ada early warning system, jadi air itu menyentuh alat tersebut ada notif, dan kami informasikan ke desa," katanya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved