Selasa, 19 Mei 2026

Smart Farming Bisa Jadi Ajak Kembali Anak Muda Sumedang yang Hijrah ke Kota Tinggalkan Pertanian

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila yakin dengan smart farming bisa gaet anak muda Sumedang untuk menjadi generasi penerus pertanian di Sumedang. 

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Kiki Andriana
Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila saat diwawancara Tribun Jabar.id, usai menyerahkan kunci kios di pasar Tembakau Tanjungsari kepada para petani, Kamis (25/11/2025). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pertanian Pintar atau Smart Farming bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda di Sumedang agar tidak melulu hijrah ke kota demi pekerjaan. 

Smart Farming dilakukan dengan memadukan pertanian dengan cara-cara yang penuh dengan teknologi modern. Misalnya, pemupukan semprot bisa dilakukan dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (drone). 

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila yakin dengan smart farming bisa menggaet anak muda Sumedang untuk menjadi generasi penerus pertanian di Sumedang

"Di luar negeri juga sama, misalnya di Jepang, anak muda ke Tokyo, bekerja di kota besar. Tetapi, petani tua mengakali dengan smart farming, yang tadinya mungkin harus nyemprot, keliling mengecek tanaman, bisa diakali dengan smart farming," kata Fajar kepada Tribun Jabar.id, usai menyerahkan kunci kios di pasar Tembakau Tanjungsari kepada para petani, Kamis (25/11/2025). 

Baca juga: Ini Pernyataan Para PKL Depan Kahatex saat Berbincang dengan Wabup Sumedang

Fajar meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang untuk punya talent-talent anak muda dengan tujuan membuat konten smart farming, supaya pertanian yang mengasyikkan itu bisa dipahami anak muda sehingga banyak yang tertarik ke pertanian

"Mungkin Pak Kadis Pertanian menggaet anak muda, kemudian membuat konten smart farming. Bisa dibuat seperti footage, sehingga bisa dishare via WhatsApp, membranding pertanian supaya keren," katanya. 

Pertanian pintar bisa dilakukan bahkan oleh Karang Taruna. Menurut Wabup, Karang Taruna bisa dibina Dinas Pertanian untuk menekuni bidang pertanian.  

Sayangnya, menurut Fajar Dinas Pertanian kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Masih banyak ASN di Sumedang yang "hanya absen".

"Tapi ASN di dinas pertanian masih sedikit, ada ASN yang rutin kerja dan ada juga yang hanya absen (mengisi daftar hadir), habis itu ngopi ke mana," katanya. (***Kiki Andriana***)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved