Selasa, 12 Mei 2026

Penampakan Kosan Terduga Pengedar Sabu yang Kabur Saat Digerebek Warga di Jatinangor Sumedang

Penampakan Kosan Terduga Pengedar Sabu yang Kabur Saat Digerebek Warga di Jatinangor Sumedang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
BANGUNAN - Penampakan sebuah bangunan empat lantai di RW O2 Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang digrebek warga, Kamis (23/10/2025) siang. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebuah bangunan empat lantai di RW O2 Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang tampak sepi, Kamis (23/10/2025) siang. 

Sehari sebelumnya, peristiwa menegangkan terjadi di tempat itu. Warga setempat menggerebek sebuah kamar yang diduga menjadi sarang terduga pengedar narkoba jenis sabu.

Warga yang menggerebek kontrakan tersebut pada Rabu (22/10/2025) pagi, berhasil mengamankan pasangan sejoli yang mengaku sebagai suami istri.

Sementara tiga orang lainnya yang terdiri atas dua laki-laki dan seorang perempuan kabur saat penggerebekan berlangsung. 
 
Kontrakan berupa bangunan empat lantai itu catnya kren, namun warnanya sudah pucat. Cat luntur di mana-mana menyisakan noda hitam bergurat-gurat, seperti jalur air hujan di tembok.  

Di dalamnya, berkamar-kamar. Dan nyaris semuanya kosong, kecuali kamar yang ditempati seorang penjaga kontrakan bernama Yana. 

Tribun mendatangi lokasi kontrakan itu bersama Kepala Desa Cibeusi, Jajang. 

Baca juga: Bandar Sabu yang Kabur dari Penggerebekan Warga di Jatinangor Sumedang Tinggalkan Mobil

Baca juga: Detik-detik Penggerebekan Pengedar Sabu di Jatinangor Sumedang, 3 Bandar Kabur

Kades mengatakan bahwa dia dan pihak pemerintah desa kecolongan dengan kejadian penggerebekan itu. 

"Kecolongan sama aktivitas terduga pengedar narkoba. Ini memang sepi kosannya, cuman yang tunggu yang si abah penjaga kontrakan saja. Pemiliknya tidak ada di sini," kata Kades.

Dia mengatakan, pihaknya sejak kejadian Rabu pagi itu langsung merapatkan barisan, menggelar antisipasi.  

"Saya selalu, tadi, jam 11 mengumpulkan tokoh masyarakat, RT/RW, dan untuk para pemilik kos-kosan diminta jangan sembarangan menerima orang, lebih selektif lagi," katanya. 

Di kosan itu, menurut Kades, dahulu banyak penghuninya merupakan mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) , namun kini, tak satupun mahasiswa mengontrak di situ. 

Kontarakan itu selain sepi, juga gelap di mana-mana. Konsep kamar-kamar kosan itu, tampaknya hanya kamar dengan kamar mandi di luar area kamar.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved