Kamis, 14 Mei 2026

Cuaca Ekstrem di Priangan Timur: Jalan Cisinga Tertimbun Longsor, Banjir Rendam 370 Rumah di Tomo

Hujan deras yang mengguyur wilayah Priangan Timur sejak Rabu (11/2/2026) sore memicu serangkaian bencana.

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
SINGKIRKAN MATERIAL LONGSOR - Satu alat berat diturunkan untuk mengeruk tanah yang menutup badan jalan akibat longsor terjadi di Jalan Baru Cisinga, tepatnya di Desa Kudadepa, Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Tebing 40 meter longsor menutup total Jalan Cisinga Tasikmalaya akibat hujan deras, akses sempat lumpuh sebelum dibuka satu jalur dengan sistem buka tutup.
  • Longsor dan banjir juga terjadi di sejumlah titik Tasikmalaya, rumah rusak dan warga terdampak tanpa korban jiwa.
  • Di Sumedang, luapan sungai rendam 370 rumah dan tebing Jalan Lingkar Utara Jatigede ambrol, arus lalu lintas terganggu.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Priangan Timur sejak Rabu (11/2/2026) sore memicu serangkaian bencana.

Tebing setinggi 40 meter longsor dan menutup total jalan baru, Jalan Cisinga di Kabupaten Tasikmalaya, sementara banjir merendam ratusan rumah di Sumedang.

Akses vital sempat lumpuh, warga mengungsi, dan petugas gabungan berjibaku semalaman melakukan evakuasi.

Longsor 40 Meter Tutup Total Jalan Cisinga

AMANKAN LOKASI LONGSOR - Petugas gabungan dari unsur BPBD, TNI dan Polsek Cisayong, tengah melakukan pengamanan di lokasi longsor, tepatnya di jalan baru Cisinga, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026) malam.
AMANKAN LOKASI LONGSOR - Petugas gabungan dari unsur BPBD, TNI dan Polsek Cisayong, tengah melakukan pengamanan di lokasi longsor, tepatnya di jalan baru Cisinga, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026) malam. (istimewa)

Longsor terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Tebing setinggi kurang lebih 40 meter dengan bentangan sekitar 30 meter ambruk setelah diguyur hujan deras berintensitas tinggi.

Material tanah setebal lebih dari lima meter menutup seluruh badan jalan. Akses dua arah tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sepanjang malam.

Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahmat, mengatakan penutupan dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan mengingat mahkota longsor masih tinggi dan berpotensi bergerak.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan jajaran Polsek Cisayong melakukan pengamanan dan menunggu alat berat untuk proses pembersihan.

  • Pagi Hari Dibuka Sistem Buka Tutup

Pada Kamis (12/2/2026) pagi, akses Jalan Cisinga mulai bisa dilintasi dengan sistem satu jalur atau buka tutup setelah pembersihan dilakukan sejak malam hingga subuh.

BUKA TUTUP - Kondisi arus lalu lintas di lokasi longsor yang sempat tertutup di wilayah Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, kini sudah bisa dilintasi dengan sistem buka tutup, Kamis (12/2/2026). Pantauan TribunPriangan.com pada pagi tadi, Kapolsek Cisayong AKP Hasan Basri turun langsung turut mengatur buka tutup lalu lintas.
BUKA TUTUP - Kondisi arus lalu lintas di lokasi longsor yang sempat tertutup di wilayah Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, kini sudah bisa dilintasi dengan sistem buka tutup, Kamis (12/2/2026). Pantauan TribunPriangan.com pada pagi tadi, Kapolsek Cisayong AKP Hasan Basri turun langsung turut mengatur buka tutup lalu lintas. (TribunPriangan.com/Jaenal Abidin)

Kapolsek Cisayong AKP Hasan Basri menyebut arus lalu lintas diatur langsung petugas di lapangan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendatangkan dump truk guna mengangkut sisa material longsor.

“Targetnya material didorong ke sisi jalan agar arus lalu lintas kembali normal tanpa sistem buka tutup,” ujarnya.

Di wilayah hukum Polsek Cisayong, sedikitnya tiga titik longsor sempat menutup akses jalan, termasuk jalan kabupaten dan jalur menuju Pasirloklok serta Kampung Sirna.

 
Jalur Strategis dan Favorit Sunmori

Jalan Baru Cisinga sepanjang 26 kilometer merupakan jalur alternatif strategis yang menghubungkan Ciawi dan Singaparna.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved