Tebakan Bojan Hodak Tak Meleset, Jelaskan Soal Kabar Federico Barba

Di akhir-akhir putaran pertama Super League Indonesia 2025/2026, pemain bertahan Persib Bandung Federico Barba diterma rumor

|
Editor: ferri amiril
Dok. Persib
Di akhir-akhir putaran pertama Super League Indonesia 2025/2026, pemain bertahan Persib Bandung, Federico Barba diisukan akan hengkang dari Persib 

Ringkasan Berita:* Lihat, selalu ada rumor, dan saya tahu Barba ada kendala dengan keluarga untuk beradaptasi di sini. Tapi dia punya kontrak 2 tahun (1+1)
 
* Pengurus Jakmania Subang mengimbau seluruh suporter agar menjaga rivalitas tetap sehat dan tidak mengarah pada ujaran kebencian maupun tindakan anarkis

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Di akhir-akhir putaran pertama Super League Indonesia 2025/2026, pemain bertahan Persib Bandung, Federico Barba diisukan akan hengkang dari Persib.

Dari rumor yang beredar di media sosial, idola para Bobotoh ini, akan hengkang karena urusan keluarga, dan akan merapat ke Pascara yang bermain di Seri B Italia.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menanggapi dengan santai, saat dikonfirmasi rumor terkait Barba.

"Lihat, selalu ada rumor, dan saya tahu Barba ada kendala dengan keluarga untuk beradaptasi di sini. Tapi dia punya kontrak 2 tahun (1+1)," ujar Bojan, setelah melatih anak asuhnya di Stadion GBLA.

Saat ditanya jadi Barba, akan bertahan, Bojan mengatakan, jika dia memiliki kontrak, maka dia akan tetap tinggal.

"Mengenai rumor, saya tidak bisa bicara apapun," ujar pelatih asal Kroasia ini.

Sementara itu Menjelang laga derby nasional Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akan digelar pada Minggu (11/1/2026), Pengurus Jakmania Subang mengimbau seluruh suporter agar menjaga rivalitas tetap sehat dan tidak mengarah pada ujaran kebencian maupun tindakan anarkis.

Pengurus Jakmania Subang, Zaelani, menegaskan bahwa rivalitas dalam sepakbola merupakan hal yang wajar, namun harus disalurkan melalui cara-cara positif.

"Menurut saya, di era sekarang rivalitas dalam sepakbola memang harus tetap ada, tapi dengan adu kreativitas dan hal-hal positif, bukan ujaran kebencian," kata Zaelani kepada Tribun, Jumat (9/1/2026) malam.

Ia menyebut, Subang memiliki karakteristik tersendiri karena menjadi daerah yang berada di antara pengaruh Jakarta dan Bandung. Kondisi tersebut membuat pendukung Persija dan Persib hidup berdampingan dalam satu lingkungan sosial.

"Di Subang, suporter dari kedua kubu bertetangga, bekerja bersama, bahkan dalam satu keluarga bisa berbeda dukungan. Karena itu rivalitas harus dijaga agar tidak merusak hubungan sosial," ujarnya.

Zaelani menyebutkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pengurus Persib Fans di Subang sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif menjelang pertandingan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pengurus Persib Fans dan responsnya sangat baik. Kami sepakat mendorong rivalitas sehat tanpa ujaran kebencian, rasisme, seksisme, vandalisme, maupun kriminalisme," ucapnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved