Kamis, 18 Juni 2026

HNSI Pangandaran Desak Pemda Bertindak Atasi Pencemaran Batu Bara, Ancam Tempuh Gugatan Class Action

Ceceran batu bara yang mencemari kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, memicu reaksi keras nelayan

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Padna
SOROTI PENCEMARAN BATU BARA - Mantan Bupati Pangandaran sekaligus Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, Senin (8/6/2026). Kini Jeje menyoroti soal pencemaran baru bara di Sukaresik yang bisa sampai ke Batu Hiu. 

Ringkasan Berita:
  • Buntut ceceran batu bara, HNSI Pangandaran mendesak pemda mediasi seluruh pihak terkait tumpahan batu bara.
  • Ancaman Hukum: Nelayan siap ajukan gugatan class action jika pembersihan berjalan lambat.
  • Dampak Wisata: Pencemaran di dekat Pantai Batu Hiu ancam wisata dan ekosistem laut.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ceceran batu bara yang mencemari kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memicu reaksi keras dari kalangan nelayan

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran mendesak pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak pencemaran tersebut.

Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, meminta Pemkab Pangandaran tidak hanya melakukan pemantauan, tapi segera memfasilitasi pertemuan dan mediasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden itu.

Menurut Jeje, Pemda harus mempertemukan otoritas pelayaran, perusahaan pemilik muatan batu bara, hingga operator Tugboat Titan 33 guna memastikan adanya tanggung jawab yang jelas serta percepatan proses penanganan.

"Pemda wajib memfasilitasi mediasi dan duduk bersama dengan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari otoritas pelayaran, perusahaan pemilik batu bara hingga operator Tugboat Titan 33," ujar Jeje kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis (18/6/2026) pagi.

TERCEMAR BATU BARA - Kondisi kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menghadapi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungannya setelah material batu bara berceceran di sejumlah titik bibir pantai, Kamis (18/6/2026) pagi.
TERCEMAR BATU BARA - Kondisi kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menghadapi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungannya setelah material batu bara berceceran di sejumlah titik bibir pantai, Kamis (18/6/2026) pagi. (TribunJabar.id/Padna)

Baca juga: Kapal Tongkang Batu Bara Didamparkan di Pangandaran: Pantai Sukaresik Tercemar, Batu Hiu Terancam

Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar terdapat komitmen nyata disertai target waktu yang jelas untuk proses pembersihan material batu bara secara menyeluruh.

Karena, HNSI menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa karena dampaknya berpotensi meluas terhadap ekosistem pesisir, aktivitas nelayan, hingga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Jeje pun memperingatkan bahwa apabila penanganan berjalan lambat atau tidak mampu memulihkan kondisi lingkungan, nelayan bersama masyarakat terdampak akan mempertimbangkan jalur hukum melalui gugatan kelompok atau class action.

"Jika langkah yang dilakukan pihak terkait tidak dapat mengatasi masalah tersebut, kami akan melakukan gugatan kelompok atau class action atas insiden yang sangat merugikan ini," katanya.

Menurutnya, kasus tumpahan batu bara ini menjadi sorotan karena terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus kawasan konservasi pesisir Kabupaten Pangandaran.

Kekhawatiran masyarakat semakin besar karena lokasi terdampak berada tidak jauh dari kawasan Pantai Batu Hiu, destinasi ikonik yang dikenal dengan bentang tebing alam serta kawasan konservasi penyu.

"Kita HNSI bersama komunitas lingkungan setempat menilai pencemaran itu berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang apabila material batu bara tidak segera dibersihkan dari kawasan pesisir dan dasar laut," ucap Jeje.

TONGKANG BATUBARA - Sebuah tongkang bermuatan sekitar 80.000 ton batubara sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB
TONGKANG BATUBARA - Sebuah tongkang bermuatan sekitar 80.000 ton batubara sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB (TribunPriangan.com/istimewa)

Baca juga: UPDATE! Kapal Tongkang Batu Bara Miring di Pantai Batukaras, Sengaja Didamparkan di Sukaresik

Untuk itu, pihaknya mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab insiden, termasuk evaluasi terhadap aspek keselamatan dan pengawasan pelayaran.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved