HNSI Pangandaran Desak Pemda Bertindak Atasi Pencemaran Batu Bara, Ancam Tempuh Gugatan Class Action
Ceceran batu bara yang mencemari kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, memicu reaksi keras nelayan
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Buntut ceceran batu bara, HNSI Pangandaran mendesak pemda mediasi seluruh pihak terkait tumpahan batu bara.
- Ancaman Hukum: Nelayan siap ajukan gugatan class action jika pembersihan berjalan lambat.
- Dampak Wisata: Pencemaran di dekat Pantai Batu Hiu ancam wisata dan ekosistem laut.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ceceran batu bara yang mencemari kawasan wisata pantai sekaligus wilayah konservasi pesisir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memicu reaksi keras dari kalangan nelayan.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran mendesak pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak pencemaran tersebut.
Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, meminta Pemkab Pangandaran tidak hanya melakukan pemantauan, tapi segera memfasilitasi pertemuan dan mediasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden itu.
Menurut Jeje, Pemda harus mempertemukan otoritas pelayaran, perusahaan pemilik muatan batu bara, hingga operator Tugboat Titan 33 guna memastikan adanya tanggung jawab yang jelas serta percepatan proses penanganan.
"Pemda wajib memfasilitasi mediasi dan duduk bersama dengan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari otoritas pelayaran, perusahaan pemilik batu bara hingga operator Tugboat Titan 33," ujar Jeje kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis (18/6/2026) pagi.
Baca juga: Kapal Tongkang Batu Bara Didamparkan di Pangandaran: Pantai Sukaresik Tercemar, Batu Hiu Terancam
Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar terdapat komitmen nyata disertai target waktu yang jelas untuk proses pembersihan material batu bara secara menyeluruh.
Karena, HNSI menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa karena dampaknya berpotensi meluas terhadap ekosistem pesisir, aktivitas nelayan, hingga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Jeje pun memperingatkan bahwa apabila penanganan berjalan lambat atau tidak mampu memulihkan kondisi lingkungan, nelayan bersama masyarakat terdampak akan mempertimbangkan jalur hukum melalui gugatan kelompok atau class action.
"Jika langkah yang dilakukan pihak terkait tidak dapat mengatasi masalah tersebut, kami akan melakukan gugatan kelompok atau class action atas insiden yang sangat merugikan ini," katanya.
Menurutnya, kasus tumpahan batu bara ini menjadi sorotan karena terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus kawasan konservasi pesisir Kabupaten Pangandaran.
Kekhawatiran masyarakat semakin besar karena lokasi terdampak berada tidak jauh dari kawasan Pantai Batu Hiu, destinasi ikonik yang dikenal dengan bentang tebing alam serta kawasan konservasi penyu.
"Kita HNSI bersama komunitas lingkungan setempat menilai pencemaran itu berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang apabila material batu bara tidak segera dibersihkan dari kawasan pesisir dan dasar laut," ucap Jeje.
Baca juga: UPDATE! Kapal Tongkang Batu Bara Miring di Pantai Batukaras, Sengaja Didamparkan di Sukaresik
Untuk itu, pihaknya mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab insiden, termasuk evaluasi terhadap aspek keselamatan dan pengawasan pelayaran.
| 450 Atlet dari 26 Provinsi Serbu Pangandaran Ikuti Kejurnas Balap Sepeda ICF 2026 |
|
|---|
| Kapal Tongkang Batu Bara Didamparkan di Pangandaran: Pantai Sukaresik Tercemar, Batu Hiu Terancam |
|
|---|
| UPDATE! Kapal Tongkang Batu Bara Miring di Pantai Batukaras, Sengaja Didamparkan di Sukaresik |
|
|---|
| 3 Gempa di Jawa Barat Guncang Pangandaran, Cianjur dan Sukabumi Sepanjang Rabu |
|
|---|
| Pangandaran Jadi Tuan Rumah Kejurnas Balap Sepeda ICF 2026, Diikuti 450 Peserta dari 26 Provinsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/SOROTI-BISNIS-MBG-Mantan-Bupati-Pangandaran-Jeje-Wiradinata-862026-1.jpg)