Hajat Laut Pangandaran Bukan Sekadar Tradisi Tapi Syukur Cinta Laut dan Evaluasi Nelayan
Tradisi Hajat Laut kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Pangandaran
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Pertama, istigosah dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta permohonan keselamatan bagi nelayan.
Kedua, prosesi tabur bunga dan pelepasan air doa ke tengah laut. Ketiga, evaluasi kehidupan dan aktivitas nelayan sebagai bagian dari refleksi tahunan.
Untuk prosesi tabur bunga bukan dimaknai sebagai ritual mistis, melainkan simbol penghormatan dan rasa cinta terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.
"Kenapa tabur bunga? Karena bunga itu tanda cinta, cinta laut dan sayang laut," ucap Jeje.
Sementara air doa yang dilepaskan ke laut dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau meninggal saat melaut dan tidak ditemukan.
"Air doa itu salah satu bentuk penghormatan dan ziarah kepada teman-teman nelayan yang hilang atau meninggal dunia di laut," ujarnya.(*)
| Hajat Laut Pangandaran, Ribuan Orang Saksikan Pejabat Tabur Bunga di Pantai |
|
|---|
| Malam Tahun Baru Hijriah, Ribuan Warga Padati Kawasan Tugu Marlin Pangandaran dalam Pawai Ta’aruf |
|
|---|
| Hajat Laut 2026 Jadi Momen Berburu Sembako Murah, Ratusan Warga Pangandaran Serbu GPM |
|
|---|
| Dapur MBG Kertaharja Pangandaran Hentikan Operasi karena Dana Tak Cair |
|
|---|
| Video Viral Beredar Soal Ketebalan Aspal Jalan di Cimerak Pangandaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/hajatlautpangandaranranranranran.jpg)