Jumat, 10 April 2026

Tebing 10 Meter Longsor Timpa Proyek Rumah Relokasi di Pangandaran

Tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor dan menimpa proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran

Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
LONGSOR - Kondisi material longsoran menimpa bangunan rumah relokasi eks PW Pangandaran di Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran 

Ringkasan Berita:* Tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor dan menimpa proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor dan menimpa proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Longsoran material berupa batu besar (boulder) dan lempengan tanah liat merosot dari tebing hingga menimpa bangunan rumah yang sedang dibangun pihak ketiga. 

Akibatnya, sedikitnya tiga unit rumah mengalami kerusakan parah. Pantauan pada Selasa (10/3/2026), batu berukuran besar terlihat menghantam bagian bangunan hingga masuk ke dalam rumah

Material bangunan seperti asbes, kayu, hingga bagian pondasi hancur akibat tertimpa batu tersebut.

Baca juga: Menjadi Sorotan, DPRD Pangandaran Pertanyakan Legalitas dan Standar Higienis SPPG

Selain itu, tebing di kawasan itu dilaporkan longsor di tiga titik yang lokasinya tidak jauh dari area pembangunan rumah relokasi.

Informasi yang dihimpun, total terdapat 152 unit rumah berukuran 6 x 4 meter yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. 

Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran sebesar Rp 20 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran tahun 2025.

Seorang penerima manfaat, Odang (60), mengatakan longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum longsor terjadi, warga sempat mendengar suara pergeseran tanah dari arah tebing.

"Awalnya terdengar peretek peretek (suara akan longsor). Orang yang ada di dalam rumah langsung keluar. Tak lama langsung terjadi longsor," ujar Odang kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Selasa siang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun rumah milik Oda yang masih dalam tahap pembangunan ikut rusak tertimpa material longsoran. 

Saat kejadian, progres pembangunan rumahnya diperkirakan sudah mencapai sekitar 70 persen.

Oda mengaku kebingungan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas kerusakan rumah tersebut."Kalau mau minta ganti rugi harus ke siapa?" katanya.

Ia mengaku hingga kini belum melaporkan kejadian itu kepada pihak terkait. Meski demikian, Odang akan tetap melanjutkan pembangunan rumahnya menggunakan dana pribadi.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved