Banjir di Pangandaran
15 Hari Terendam Banjir, Air Sumur Warga Pangandaran Masih Kuning dan Bau
Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Warga Dusun Anggaraksan, Pangandaran, mengeluhkan air sumur masih kotor dan bau setelah banjir 15 hari awal 2026.
- Air berwarna kuning kehitaman meski sumur sudah dua kali dikuras, warga terpaksa menyaring untuk dipakai.
- Pasca banjir, sebagian warga terutama anak-anak mengalami gatal, sakit perut, dan diare.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masih mengeluhkan kondisi air sumur yang kotor.
Keluhan tersebut diungkapkan setelah wilayah Dusun Anggaraksan terdampak banjir selama 15 hari pada awal 2026.
Sebelumnya, ketika hujan deras, dalam tiga tahun terakhir ini daerah Anggaraksan kerap dilanda banjir akibat kiriman air dari daerah lain dan jeleknya saluran pembuangan air.
Air sumur yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari terlihat berwarna kuning kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Baca juga: Banjir Anggaraksan Pangandaran, Sejumlah Warga Kesulitan BAB dan Air Bersih
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air itu dengan cara menyaringnya terlebih dahulu dengan menggunakan saringan kain seadanya.
Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan keluhan utama warga pasca banjir adalah kualitas air sumur yang belum kembali normal.
"Yang paling pertama itu air sumur. Kalau tidak salah, sumur itu selama 15 hari terendam banjir. Meski tidak langsung terendam, air banjir dari pekarangan rumah meresap ke dalam sumur," ujar Kartim kepada Tribun Jabar di rumahnya, Kamis (5/3/2026) siang.
Sebelumnya, warga pun sudah berupaya membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun air yang dihasilkan tetap keruh dan berwarna kekuningan.
"Pokoknya warnanya hitam dan bau. Kita sudah nguras sumur sebanyak dua kali, bahkan pakai saringan, tapi tetap kuning dan kotor," katanya.
Selain masalah air bersih, Sejumlah warga juga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah banjir surut.
Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut, hingga diare.
"Keluhan lainnya sekarang penyakit gatal-gatal, sakit perut, apalagi bagi anak-anak. Terus mencret juga, apalagi sekarang bulan puasa," ucap Kartim.
Memang, banjir yang melanda Anggaraksan pada awal tahun ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 hari. Saat ini banjir baru surut sekitar tiga hari.
"Sekarang baru surut selama tiga hari. Mudah-mudahan tidak hujan besar lagi," ujarnya. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
| Kondisi Terkini Banjir di Pangandaran, Air Masih Merendam Ratusan Hektare Sawah di Ciganjeng |
|
|---|
| Banjir Pangandaran Sudah Surut, BPBD Minta Warga Tetap Waspada |
|
|---|
| UPDATE Kondisi Banjir di Pangandaran, Nyaris 1.000 Hektare Lahan Persawahan Masih Terendam Air |
|
|---|
| Perbaikan Penyebab Banjir di Pangandaran Butuh Biaya Rp 600 Miliar |
|
|---|
| Sosok Dermawan Misterius Muncul Lagi di Kalipucang Pangandaran, Bagikan Bantuan untuk Korban Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/sumur-di-pangandaran-pasca-banjir-05032026-1.jpg)