Rabu, 3 Juni 2026

Menu MBG Dinilai Netizen Pangandaran Makin Parah Selama Ramadan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menuai polemik

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
MBG - Penampakan MBG yang diterima penerima manfaat peserta didik di wilayah Kabupaten Pangandaran pada bulan ramadan 2026 ini 
Ringkasan Berita:* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menuai polemik

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menuai polemik. 

Sejumlah warga menyayangkan menu yang dibagikan selama Ramadan 2026 dinilai tidak sesuai harapan.

Polemik mencuat setelah beredarnya video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, terutama Facebook dan grup WhatsApp, yang memperlihatkan isi paket MBG yang diterima masyarakat.

Dalam satu video yang beredar, seorang pria menunjukkan paket MBG berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang dibungkus plastik kecil. 

Unggahan lain menampilkan menu serupa berupa telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan plastik sederhana.

Baca juga: Mudik Gratis 2026 Dishub Kab. Tangerang Buka Hari Ini, Wargi Garut dan Pangandaran Bisa Ikut

Sementara itu, paket yang disebut untuk bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil. 

Ada pula paket lain yang dikabarkan terdiri dari susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, dan satu buah belimbing.

Keberagaman menu itu memicu keluhan warganet. Sejumlah akun Facebook menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan program tersebut.

"(Menu MBG) makin parah," tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya dikutip Tribun, Selasa (24/2/2026) siang.

Komentar bernada keras pun bermunculan. Sebagian warganet menduga program MBG berpotensi menjadi celah praktik korupsi.

"Maling berkedok gizi," tulis akun lainnya. Akun berbeda menambahkan, "Semakin ngaco MBG ya."

Sejumlah warga pun mempertanyakan apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar kecukupan gizi, terutama karena program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah merinci anggaran MBG yang didistribusikan kepada penerima manfaat. 

Dalam keterangan tertulis, BGN menjelaskan bahwa pembagian porsi didasarkan pada kebutuhan gizi dan jenjang pendidikan.

Untuk porsi kecil senilai Rp 13.000 per porsi, alokasi anggaran terdiri atas Rp 2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas, Rp 3.000 untuk biaya operasional seperti upah relawan, listrik, dan transportasi, serta Rp 8.000 untuk bahan baku makanan. 

Porsi tersebut diperuntukkan bagi penerima manfaat peserta didik jenjang PAUD, TK, SD kelas 1-3, serta balita.

Sementara itu, porsi besar senilai Rp 15.000 per porsi dialokasikan Rp 2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas, Rp 3.000 untuk biaya operasional, dan Rp 10.000 untuk bahan baku makanan.

Porsi besar ditujukan bagi penerima manfaat mulai siswa SD kelas 4-6, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved