Kamis, 28 Mei 2026

Harga Telur Ayam di Pangandaran Sudah Naik Jelang Ramadan

Harga kebutuhan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci ramadan

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/padna
HARGA TELUR - Telur milik Aldi seorang pemasok di Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang menyatakan harga telur merangkak naik menjelang ramadan, Kamis (5/2/2026) 

Ringkasan Berita:* Harga kebutuhan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci ramadan
 
* Di beberapa pasar, harga telur ayam ras masih dijual rata-rata Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Harga daging ayam ras sekitar Rp 35.000 per kilogram. Biasanya harga ayam dan telur ini naik beriringan

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Harga kebutuhan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci ramadan. 

Satu komoditas yang terdampak mengalami kenaikan adalah telur ayam ras.

Di Pasar Cibenda, Kecamatan Parigi pada Kamis (5/2/2026), harga telur ayam ras kini menyentuh Rp 30.000 per kilogram. 

Angka itu naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 28.500 per kilogram, dan diprediksi masih akan terus meningkat menjelang pekan awal ramadan.

Seorang pemasok telur, Aldi (28), menyebut kenaikan harga di tempatnya sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.

Baca juga: Guru Berprestasi di Pangandaran Dijanjikan Hadiah Umrah oleh Disdikpora

"Tiga hari yang lalu masih Rp 28.000 per kilogram, hari ini naik sekitar Rp 2.500," ujar Aldi kepada Tribun di Cibenda Parigi, Kamis pagi.

Kata Aldi, harga telur lebih banyak ditentukan oleh peternak ayam. Pihak pemasok dan pedagang di pasar hanya menerima harga yang sudah ditetapkan.

"Kadang-kadang peternak yang mengatur harga, kami hanya menerima barangnya saja," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga pakan ternak juga menjadi faktor utama melonjaknya harga telur. "Harga pakan bahkan bisa lebih mahal dari harga telurnya sendiri. Itu yang jadi salah satu penyebab harga telur naik," ucap Aldi.

Senada disampaikan pedagang telur lainn, Nita Rahayu (33). Ia menilai kenaikan harga telur menjelang ramadan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

"Jadi, memang sudah biasa menjelang puasa harga-harga itu naik, kan permintaan masyarakat juga meningkat," ujarnya.

Selain permintaan masyarakat, Nita menyebut tingginya permintaan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memengaruhi harga pasar.

"Kalau harga pasaran naik, tentu penentuan harga ke dapur juga disesuaikan," katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved