Selama Libur Nataru 2026, RSUD Pandega Pangandaran Tangani 76 Wisatawan, Termasuk 5 Meninggal
Mayoritas pasien mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan non-kecelakaan yang terjadi selama aktivitas wisata.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- 76 wisatawan ditangani IGD RSUD Pandega selama libur Nataru.
- 5 meninggal; mayoritas kasus kecelakaan dan gangguan kesehatan.
- Sebagian besar pulang; RSUD imbau wisatawan utamakan keselamatan.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - RSUD Pandega Pangandaran mencatat sebanyak 76 wisatawan mendapatkan pelayanan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Selasa, 6 Januari 2026.
Mayoritas pasien mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan non-kecelakaan yang terjadi selama aktivitas wisata.
Dari total pasien yang ditangani, 5 orang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, dua korban akibat kecelakaan laut, dua korban kecelakaan terjun payung, dan satu akibat ganguan kesehatan.
Sementara korban dengan kondisi luka ringan tercatat sebanyak 10 orang dan luka sedang sebanyak 17 orang.
Selain kasus kecelakaan, RSUD Pandega pun menangani 44 pasien dengan penyakit non kecelakaan lalu lintas seperti gangguan kesehatan umum yang dialami wisatawan saat berlibur.
Baca juga: Rekomendasi Rute Pulang Liburan dari Pangandaran ke Bandung, Bisa Pangkas Waktu 2 Jam dari Biasanya
Dalam hal tindak lanjut perawatan, 1 pasien dirawat inap, 1 pasien dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan Pro PCI (Primary Percutaneous Coronary Intervention) atau tindakan jantung lanjutan.
Kemudian 60 pasien dipulangkan karena sudah dalam kondisi membaik dan 9 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS).
Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, menyatakan, kesiapsiagaan untuk tenaga medis dan fasilitas selama libur Nataru sudah berjalan optimal.
"Dan alhamdulilah, seluruh pasien bisa tertangani dengan baik dan cepat," ujar Liza dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Rabu (7/1/2026) siang.
Atas beberapa pasien yang sudah ditangani, Liza mengimbau para wisatawan agar tetap mengutamakan keselamatan saat berlibur di Pangandaran.
"Terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi, seperti berenang di lokasi rawan dan sangat dilarang. Itu, wisatawan harus berhati-hati dan selalu kontrol kondisi kesehatan," katanya. (*)
Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Pangandaran, Mobil Brio Oleng Tabrak TPT
| Serunya Main Body Rafting di Citumang Pangandaran, Ini Daftar Paket Harga Body Rafting Terbaru 2026 |
|
|---|
| Wisatawan Pangandaran Wajib Tahu, Ini Zona Terlarang untuk Berenang di Pantai Barat |
|
|---|
| 5 Gempa Terkini di Pangandaran Hingga Sukabumi Sejak Malam Hingga Pagi Tadi |
|
|---|
| Rute Alternatif Pulang Liburan dari Pangandaran ke Bandung |
|
|---|
| Gaji PPPK Pangandaran Sempat Terlambat Cair |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/wisatawan-di-pangandaran-06012026-1.jpg)