Kamis, 9 April 2026

Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bisa Kuasai Pasar Global

Budidaya lobster modern di Kabupaten Pangandaran mulai menunjukkan geliat dan menjadi indikator penting dalam perubahan

Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
LOBSTER - Keberadaan Lobster di Perusahaan budidaya lobster di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Budidaya lobster modern di Kabupaten Pangandaran mulai menunjukkan geliat dan menjadi indikator penting dalam perubahan peta persaingan lobster Indonesia di pasar global.

Salah satu penggerak utama di Kabupaten Pangandaran yakni, PT. Cahaya Lobster Indonesia. Perusahaan budidaya lobster di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi.

Perusahaan ini cukup lama bergerak di sektor perlobsteran dan berhasil menerapkan teknologi dan sistem produksi modern untuk menjaga suplai lobster tetap stabil dan terukur.

Tentu, stabilitas produksi itu berdampak langsung pada perbaikan rantai pasok. Distribusi menjadi lebih rapi, fluktuasi pasokan dapat ditekan, dan harga lobster di pasar menjadi lebih terkendali.

Kondisi ini turut mendorong peningkatan konsumsi di dalam negeri karena masyarakat kini bisa mengakses lobster dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Jalur Alternatif Menuju Objek Wisata yang Disarankan Dishub Pangandaran Jika Macet

Bagi pelaku usaha, panen berkelanjutan memberikan kepastian pasokan yang selama ini menjadi tantangan utama industri lobster

Keunggulan lain dari fasilitas budidaya ini adalah kelengkapan izin usaha yang dimiliki, sehingga membuka peluang ekspor langsung tanpa perantara.

Dengan permintaan pasar luar negeri yang terus meningkat, khususnya dari kawasan Asia Timur, keberadaan fasilitas budidaya modern di Pangandaran menjadi angin segar bagi industri perlobsteran nasional termasuk bagi nelayan penangkap benih lobster.

Di tingkat operasional, penerapan standar budidaya lobster yang ketat tentu menjadi kunci keberhasilan. 

Karyawan teknis PT Cahaya Lobster Indonesia, Viktorinus, mengatakan, kualitas air merupakan faktor paling krusial dalam budidaya lobster.

"Kadar garam, pH, dan oksigen harus stabil. Lobster hanya berkembang optimal dalam kondisi air tertentu. Yang sakit langsung kami karantina," ujar Viktorinus kepada sejumlah wartawan di Cibenda Parigi, Minggu (14/12/2025) siang.

Didukung melimpahnya benih lobster dari perairan Pangandaran, para pembudidaya melihat momentum besar untuk meningkatkan produksi nasional. 

Pembudidaya lokal, Aep Saefullah, menilai Indonesia seharusnya tidak lagi hanya berperan sebagai pemasok benih bagi negara lain.

"Ketersediaan benih sangat melimpah. Jangan terus mengalir ke Vietnam. Dengan budidaya modern, kita bisa merebut kembali pasar dunia," katanya.

Sementara nelayan lobster Pangandaran, Dayat menyebut keberadaan unit budidaya modern ini sebagai titik balik bagi ekonomi nelayan.

"Unit budidaya seperti ini sangat membantu ekonomi kami. Semoga, ke depan jumlahnya bisa terus bertambah," ucap Dayat.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved