Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keistimewaan Muharam dan Hikmah Hijrah
Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Bertemakan Keistimewaan Muharam dan Hikmah Hijrah
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Muharam adalah bulan Allah (Syahrullah) yang punya keutamaan melipatgandakan pahala.
- Puasa Asyura: Momentum terbaik perbanyak puasa sunah yang bisa hapus dosa setahun lalu.
- Khutbah Jumat: Jadi tema khutbah esok hari, Jumat 19 Juni 2026 yang penuh berkah.
TRIBUNPRIANGAN.COM – Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) dan dijuluki sebagai bulan Allah (Syahrullah).
Bulan ini memiliki keutamaan besar karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak puasa sunah, terutama pada Hari Asyura (10 Muharam) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 19 Juni 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 19 Juni 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Keistimewaan Muharam dan Hikmah Hijrah".
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Minta Dijauhkan dari Hati yang Mati
Khutbah 1
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Jaga Kemuliaan Bulan Muharam
Saudara-saudara Kaum Muslimin, jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Bulan Muharam adalah satu di antara bulan-bulan yang mulia (Al-asyhur Al-hurum), yang diharamkan berperang di bulan ini. Ia dipandang bulan yang utama setelah bulan Ramadhan. Oleh karenanya, kita disunnahkan berpuasa terutama pada hari 'Asyura, yakni menurut pendapat mayoritas ulama, tanggal 10 Muharram. Di antara fadhilah bulan Muharam, adalah ia dipilih oleh Allah subhanahu wata'ala sebagai momen pengampunan umat Islam dari dosa dan kesalahan.
Keistimewaan bulan Muharam ini lebih lanjut karena dipilih sebagai awal tahun dalam kalender Islam. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mengulas kembali sejarah tahun baru Hijriah, yakni sejarah penanggalan atau penetapan kalender Islam, yang diawali dengan 1 Muharam. Mengapa para sahabat memilih bulan Muharram sebagai awal penanggalan Islam?
Dalam kitab Shahih al-Bukhari, pada kitab Manâqib al-Anshâr (biografi orang-orang Anshar) pada Bab Sejarah Memulai Penanggalan, disebutkan,
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ مَا عَدُّوْا مِنْ مَبْعَثِ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا مِنْ وَفَاتِهِ مَا عَدُّوْا إِلَّا مِنْ مَقْدَمِهِ الْمَدِينَةَ
Artinya: "Dari Sahl bin Sa'd ia berkata: mereka (para sahabat) tidak menghitung (menjadikan penanggalan) mulai dari masa terutusnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak pula dari waktu wafatnya beliau, mereka menghitungnya mulai dari masa sampainya Nabi di Madinah".
Hal itu dilakukan meskipun tidak diketahui bulan kehadirannya itu, karena sejarah itu sebenarnya merupakan awal tahun. Sebagian sahabat berkata pada 'Umar, "Mulailah penanggalan itu dengan masa kenabian"; sebagian berkata: "Mulailah penanggalan itu dengan waktu hijrahnya Nabi". 'Umar berkata, "Hijrah itu memisahkan antara yang hak (kebenaran) dan yang batil, oleh karena itu jadikanlah hijrah itu untuk menandai kalender awal tahun Hijriah".
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat Bahasa Sunda 19 Juni 2026: Muhasabah Sangkan Berkah Dina Muharam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Khutbah-jumat-di-Masjid-Agung-Trans-Studio-Bandung-2.jpg)