Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
3 Naskah Ceramah Singkat dan Padat Bertema Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah
Berikut ini terdapat 3 Naskah Ceramah Singkat dan Padat Bertema Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:
- Umat Muslim akan segera memasuki Tahun Baru Islam 1448 H yang ditandai dengan datangnya 1 Muharram setelah berakhirnya bulan Zulhijjah.
- Berdasarkan SKB Tiga Menteri, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
- Momen ini biasanya disambut dengan kegiatan keagamaan, tausiah, dan ceramah sebagai bentuk syukur sekaligus refleksi diri menyambut tahun baru Hijriah.
TRIBUNPRIANGAN.COM - Masyarakat Muslim akan memasuki pergantian Tahun Baru, dalam beberapa hari kedepan.
Dimana dalam Islam perhitungan kalender bulan Qamariah sendiri disebut juga dengan kalender Hijriah.
Adapun, dalam kalender Hijriah bulan penutup berada di akhir bulan Zulhijjah dan awal bulan baru yang menjadi penanda masuknya tahun baru dalam Islam adalah bulan Muharram.
Itulah mengapa sering disebut dengan Tahun Baru Islam atau lebih dikenal dengan 1 Muharram.
Karena itu, datangnya Muharram sering disambut dengan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum refleksi diri memasuki tahun baru Hijriah.
Baca juga: Naskah Sambutan Perayaan Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriyah
Tahun ini, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Disamping itu, selan beragam perayaan yang mewarnai pergantian tahun dalam ajaran Islam tersebut, sudah barang tentu, identik dengan sambutan juga tausiah atau ceramah.
Ceramah sendiri berisi pesan-pesan Islam yang disampaikan juga harus jelas dan mudah dipahami, yang kerap dibawakan baik saat berdakwah ataupun mengikuti lomba tentunya membutuhkan materi yang sesuai dengan tema.
Untuk itu, ceramah tentang 1 Muharram atau menyambut Tahun Baru Islam sendiri bisa menjadi referensi dan refkelksi saat memasuki tahun baru.
Untuk itu, berikut ini telah terangkum beberapa diantaranya sebagai referensi.
3 Naskah Ceramah 1 Muharam 1448 Hijriah
1. Naskah Ceramah: Muhasabah untuk Berubah di Tahun Baru Hijriah
Maasyiral muslimin jemaah rahimakumullah,
Alhamdulillah saat ini kita berada dalam fase peralihan masa tahun hijriah. Bulan Dzulhijjah sebagai bulan terakhir berganti dengan Muharram sebagai awal bulan tahun hijriah.
Pergantian tahun ini tidak boleh dimaknai sebagai pergantian waktu seperti biasanya. Momentum ini memiliki makna dan hikmah mendalam yang jika dimaksimalkan akan membuahkan kesuksesan dan keberkahan dalam hidup.
Bergantinya tahun ini harus dijadikan sebagai waktu untuk melakukan muhasabah, evaluasi, introspeksi, terhadap perjalanan hidup selama ini agar ke depan lebih baik lagi.
Dengan merenungkan masa lalu, kita bisa meninggalkan hal-hal yang negatif dan mengambil sisi-sisi positif sebagai bekal menghadapi masa depan. Kita harus optimis bisa melakukan perubahan lebih baik di masa yang akan datang, dengan terus melakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik. Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Artinya: "Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka). (HR Al-Hakim)."
Selain melakukan muhasabah terhadap apa yang telah dilakukan pada masa lalu, kita juga harus melakukan persiapan untuk menghadapi masa depan di tahun baru. Hal ini penting karena sebuah perjalanan pasti membutuhkan bekal yang cukup agar kita bisa sampai ke tujuan dengan baik.
Dalam mengarungi kehidupan melalui ikhtiar ini, kita juga harus menyadari bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar dan setelah itu kita diingatkan untuk bertawakal, berserah diri kepada Allah.
Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Penuh Doa dan Harapan
2. Naskah Ceramah: Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Hakiki
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Mengapa para Sahabat memilih Muharram sebagai awal penanggalan Islam? Dalam kitab Shahih al-Bukhari, pada kitab Manaqib al-Anshar (biografi orang-orang Anshar) pada bab sejarah memulai penanggalan disebutkan:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ مَا عَدُّوْا مِنْ مَبْعَثِ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا مِنْ وَفَاتِهِ مَا عَدُّوْا إِلَّا مِنْ مَقْدَمِهِ الْمَدِينَةَ
Artinya: "Dari Sahl bin Sa'd ia berkata: Mereka (para Sahabat) tidak menghitung (menjadikan penanggalan) mulai dari masa terutusnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan tidak pula dari waktu wafatnya beliau, mereka menghitungnya mulai dari masa sampainya Nabi di Madinah."
Umar ra berkata hijrah itu memisahkan antara yang hak (kebenaran) dan yang batil, oleh karena itu jadikanlah hijrah itu untuk menandai kalender awal tahun hijriah.
Jemaah yang Berbahagia,
Kemudian ada yang berpendapat awal tahun Hijriyah dimulai dengan bulan Ramadhan. Tetapi Umar ra berpendapat agar dimulai dengan bulan Muharram. Sebab Muharram merupakan masa selesainya ibadah haji. Dipilihnya Muharram juga karena awal komitmen berhijrah ada pada bulan tersebut.
Hijrah Rasul dari Makkah ke Madinah terjadi pada tahun 622 M. Itu bukan sekadar peristiwa dalam sejarah Islam. Banyak petuah dan pelajaran berharga yang di antaranya adalah Nabi SAW berhijrah tidak dalam keadaan membenci penduduk Makkah, justru cinta. Oleh karena itu ketika meninggalkan Makkah Nabi bersabda:
وَاللهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللهِ إِلَى اللهِ، وَلَوْلَا أَنِّيْ أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ (رواه الترميذي والنسائي عن عبد الله بن عدي بن حمراء رضي الله عنه)
Artinya: "Demi Allah, sungguh kamu (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling dicintai Allah. Seandainya aku tidak dikeluarkan darimu (Makkah), maka tiadalah aku keluar darimu. (HR al-Tirmidzi, al-Nasa'i, Ibn Majah dll, dari 'Abdullah bin 'Addi bin Hamra' Radliyallahu Anhum)."
Maka dari itu, dalam memuliakan dan memperingati Tahun Baru Islam harus memperhatikan hikmah atau pelajaran yang berharga, dari peristiwa hijrahnya Nabi SAW dan para sahabat.
Hijrah adalah perpindahan dari keadaan kurang mendukung dakwah kepada keadaan yang mendukung. Hijrah merupakan perjuangan untuk suatu tujuan mulia, karenanya memerlukan kesabaran dan pengorbanan.
Hijrah merupakan ibadah, karenanya motivasi atau niatnya adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan. Hijrah harus untuk persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan.
Demikian pula, hijrah adalah jalan untuk mencapai kemenangan. Yang tidak kalah penting yakni hijrah itu mendatangkan rezeki dan rahmat Allah SWT. Pun demikian dengan hijrah yang merupakan teladan Nabi dan para sahabat yang mulia, yang seyogianya diikuti.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَنَصَرُوْاۧ أُوْلَٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Artinya: "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia." (Surat Al-Anfal ayat 74)
Baca juga: 26 Quotes Menyentuh 1 Muharram 1448, Doa Terbaik di Tahun Baru Hijriyah Bahasa Indonesia dan Inggris
3. Naskah Ceramah: Antara Kita dan Muharram
الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ
Jamaah yang dirahmati oleh Allah SWT,
Tahun hijriah seperti juga tahun masehi merupakan bagian dari fenomena alam biasa. Secara ringkas, bila kalender masehi mendasarkan penghitungan pada peredaran bumi mengelilingi matahari, kalender hijriah mengacu pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Karena itulah kita sering mendengar kalender hijriah disebut pula kalender qamariyah (qamar artinya bulan), sedangkan kalender masehi dikenal dengan sebutan kalender syamsiyah (syams artinya matahari). Dalam ilmu astronomi, kalender hijriah termasuk kategori kalender lunar, sementara kalender masehi termasuk kategori kalender lunar.
Namun demikian, dibalik posisinya sebagai gejala alam tersebut, terdapat keistimewaan-keistimewaan karena agama memang menjadikannya demikian. Islam mengajarkan bahwa ada kelebihan-kelebihan tertentu antara satu bulan dengan bulan yang lain dalam kalender hijriah. Sebagaimana firman Allah dalam Surat at-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (mulia). Itulah (ketetapan) agama yang lurus."
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak semua bulan berkedudukan sama. Dalam Islam ada empat bulan utama di luar Ramadhan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Karena kemuliaan bulan-bulan itulah, Islam menganjurkan agar pemeluknya memanfaatkan momentum tersebut sebagai ikhtiar memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Mereka didorong untuk memperbanyak puasa, dzikir, sedekah, dan solidaritas kepada sesama.
Dalam Ihya' Ulumid-Din, Imam Al-Ghazali mengenalkan istilah al-ayyam al-fadhilah (hari-hari utama). Menurutnya, hari-hari utama selalu dijumpai dalam tiap minggu dan bulan. Al-Ghazali juga menyebut istilah al-asyhur al-fadhilah (bulan-bulan utama). Bulan-bulan utama ini juga selalu dijumpai di tiap tahun.
Waktu adalah salah satu dari makhluk Allah, seperti juga manusia, jin, dan binatang. Namun, sebagaimana ada tempat-tempat utama, seperti Multazam, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan lainnya, waktu pun demikian. Dalam tiap rentang waktu tertentu (hari, pekan, bulan, dan tahun) selalu terkandung bagian waktu yang diistimewakan.
Misalnya waktu antara maghrib dan isya, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, bulan Ramadhan, bulan Muharram, dan lain sebagainya. Dalam waktu-waktu spesial itulah pahala bisa dilipatgandakan, dosa-dosa bisa dihapus, dan doa-doa kemungkinan besar dikabulkan.
Kaum Muslimin wal Muslimat hafidzakumullah
Allah memang telah menganugerahi kita kesempatan-kesempatan emas yang demikian banyak. Allah mengutamakan waktu-waktu tertentu karena hendak memberi keutamaan pada hamba-hamba-Nya. Sebagaimana keterangan Ibnu 'Asyur saat menafsirkan Surat at-Taubah ayat 36 tadi:
وَاعْلَمْ أَنَّ تَفْضِيْلَ اْلأَوْقَاتِ وَالْبِقَاعِ يُشَبِّهُ تَفْضِيْلَ النَّاسِ، فَتَفْضِيْلُ النَّاسِ بِمَا يَصْدُرُ عَنْهُمْ مِنَ اْلأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَاْلأَخْلَاقِ اْلكَرِيْمَةِ
Artinya: "Ketahuilah bahwa dimuliakannya sejumlah waktu dan tempat tertentu merupakan kehendak dimuliakannya manusia, melalui perbuatan-perbuatan baik dan akhlak mulia yang mereka lakukan." (Muhammad Ibnu 'Asyur dalam at-Tharîr wat Tanwir)
Pernyataan Ibnu 'Asyur mengandung pengertian bahwa kemuliaan bulan tertentu tidak mutlak berarti kemuliaan umat Islam secara otomatis. Kemuliaan umat Islam mengandung syarat, yakni ketika mereka mau mengisi waktu-waktu khusus tersebut dengan amal saleh dan akhlakul karimah.
Keutamaan bulan-bulan khusus adalah satu hal, dan keutamaan pribadi orang-orang Islam adalah hal yang lain. Keistimewaan bulan Muharram adalah satu soal, sementara keistimewaan individu-individu kaum Muslimin adalah soal lain. Hal tersebut sangat tergantung bagaimana kita umat Islam merespons keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah itu kepada kita, apakah mengisinya dengan baik atau tidak.
Di antara amalan yang amat dianjurkan di bulan pertama kalender hijriah ini adalah puasa. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dijelaskan, "Seseorang datang menemui Rasulullah ﷺ dan bertanya, 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, 'Puasa di bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.
Penyebutan Muharram sebagai "bulan Allah" (syahrullah) menunjukkan posisi bulan ini yang amat spesial. Melalui riwayat Ibnu Majah pula, puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram) disebut sebagai bagian dari amalan untuk menghapus dosa-dosa setahun yang telah lewat. Selain 10 Muharram, puasa juga masih dianjurkan pada hari-hari lain di bulan ini.
Amalan lain yang bisa digiatkan adalah meningkatkan solidaritas antarsesama. Kebanyakan umat Islam, utamanya di Indonesia, menjadikan momen Muharram sebagai "lebaran anak yatim" dengan memberikan santunan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua dan secara ekonomi lemah.
KH Shaleh Darat dalam Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah mengistilahkan 10 Muharram sebagai bagian dari hari raya umat Islam yang layak diperingati dengan sedekah kepada fakir dan miskin.
Tentu saja menyantuni anak yatim atau membantu siapa pun yang butuh pertolongan tak terikat dengan waktu. Tapi Muharram adalah momen sangat baik untuk menunjukkan kepedulian sosial kita. Bulan mulia harus diisi dengan perbuatan mulia. Al-a'mal as-shalihah wal akhlaq al-karamah yang disebut Ibnu 'Asyur harus hadir jika kita ingin meraih berkah keutamaan bulan Muharram. Pengertian amal saleh dan akhlak mulia amat luas, mencakup ibadah dengan Allah, berhubungan dengan masyarakat, atau sikap kita terhadap lingkungan alam kita.
Bulan Muharram merupakan bulan yang bagus untuk mengawali tahun dengan perbuatan dan perangai positif. Muharram bisa dikatakan cerminan langkah awal kita untuk menapaki 11 bulan berikutnya di pembukaan tahun baru hijriah ini. Al-faqir mengajak kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk memuliakan bulan ini dengan menjernihkan hati, membenahi perilaku, dan memperindah karakter kepribadian kita.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
(*)
Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News
Naskah Ceramah 1 Muharram 2026
Naskah Ceramah 1 Muharram 1448 H
Naskah Ceramah 1 Muharram
Teks Ceramah Tabligh Akbar
Teks Ceramah 1 Muharam 1448 H
ceramah
Ceramah 1 Muharam
Konten Evergreen
TribunEvergreen
Evergreen
Tahun Baru Islam 2026
Tahun Baru Islam 1448 H
Tahun Baru Islam
Meaningful
| Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H? Jadi Waktu Libur atau Tidak? |
|
|---|
| 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Penuh Doa dan Harapan |
|
|---|
| 26 Quotes Menyentuh 1 Muharram 1448, Doa Terbaik di Tahun Baru Hijriyah Bahasa Indonesia dan Inggris |
|
|---|
| Baca Doa Ini Sebelum Masuk Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Minta Jauh dari Keburukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Khatib-salat-Ied-cuy.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.