Rabu, 10 Juni 2026

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

3 Naskah Ceramah Singkat dan Padat Bertema Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah

Berikut ini terdapat 3 Naskah Ceramah Singkat dan Padat Bertema Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
NASKAH CERAMAH 1 MUHARAM - 3 Naskah Ceramah Singkat dan Padat Bertema Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah. Ilustrasi ceramah. (Foto: Khatib KH Deni Nuryaman ketika memberikan khutbah salat Ied kepada jemaah di lapangan Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Senin (31/3). 

Dengan merenungkan masa lalu, kita bisa meninggalkan hal-hal yang negatif dan mengambil sisi-sisi positif sebagai bekal menghadapi masa depan. Kita harus optimis bisa melakukan perubahan lebih baik di masa yang akan datang, dengan terus melakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik. Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

Artinya: "Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka). (HR Al-Hakim)."

Selain melakukan muhasabah terhadap apa yang telah dilakukan pada masa lalu, kita juga harus melakukan persiapan untuk menghadapi masa depan di tahun baru. Hal ini penting karena sebuah perjalanan pasti membutuhkan bekal yang cukup agar kita bisa sampai ke tujuan dengan baik.

Dalam mengarungi kehidupan melalui ikhtiar ini, kita juga harus menyadari bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar dan setelah itu kita diingatkan untuk bertawakal, berserah diri kepada Allah.

Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Penuh Doa dan Harapan

2. Naskah Ceramah: Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Hakiki

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Mengapa para Sahabat memilih Muharram sebagai awal penanggalan Islam? Dalam kitab Shahih al-Bukhari, pada kitab Manaqib al-Anshar (biografi orang-orang Anshar) pada bab sejarah memulai penanggalan disebutkan:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ مَا عَدُّوْا مِنْ مَبْعَثِ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا مِنْ وَفَاتِهِ مَا عَدُّوْا إِلَّا مِنْ مَقْدَمِهِ الْمَدِينَةَ

Artinya: "Dari Sahl bin Sa'd ia berkata: Mereka (para Sahabat) tidak menghitung (menjadikan penanggalan) mulai dari masa terutusnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan tidak pula dari waktu wafatnya beliau, mereka menghitungnya mulai dari masa sampainya Nabi di Madinah."

Umar ra berkata hijrah itu memisahkan antara yang hak (kebenaran) dan yang batil, oleh karena itu jadikanlah hijrah itu untuk menandai kalender awal tahun hijriah.

Jemaah yang Berbahagia,

Kemudian ada yang berpendapat awal tahun Hijriyah dimulai dengan bulan Ramadhan. Tetapi Umar ra berpendapat agar dimulai dengan bulan Muharram. Sebab Muharram merupakan masa selesainya ibadah haji. Dipilihnya Muharram juga karena awal komitmen berhijrah ada pada bulan tersebut.

Hijrah Rasul dari Makkah ke Madinah terjadi pada tahun 622 M. Itu bukan sekadar peristiwa dalam sejarah Islam. Banyak petuah dan pelajaran berharga yang di antaranya adalah Nabi SAW berhijrah tidak dalam keadaan membenci penduduk Makkah, justru cinta. Oleh karena itu ketika meninggalkan Makkah Nabi bersabda:

وَاللهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللهِ إِلَى اللهِ، وَلَوْلَا أَنِّيْ أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ (رواه الترميذي والنسائي عن عبد الله بن عدي بن حمراء رضي الله عنه)

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved