Jumat, 5 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Berislam Secara Intelektual

Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026/ 19 Zulhijjah 1447 H: Berislam Secara Intelektual

Tayang:
TribunRamadhan.com
KHUTBAH JUMAT TERBARU - Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026/ 19 Zulhijjah 1447 H: Berislam Secara Intelektual. (foto: Umat muslim menjalankan Salat Tarawih di Masjid Raya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/4/2021) malam. Simak Simak bacaan niat salat tarawih dilengkapi tata cara shalat tarawih. (Tribun Timur/Sanovra Jr) 

Kaum muslimin rahimakumullah

Berislam sejatinya bukan sekedar mengikuti ritual-ritual ibadah semata, akan tetapi sebuah proses membangun kesadaran dan kedalaman berpikir umat Islam. Dalam al-Quran Allah berulang kali menyeru manusia dengan ungkapan, “Afalā ta’qilūn?” Tidakkah kalian berpikir? Dan “Afalā tatafakkarūn?” Tidakkah kalian merenung?

Seruan-seruan ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya menjadi insan yang beriman sekaligus berpikir, bukan sekedar taklid buta dan ikut-ikutan. Dalam bahasa lain, berislam secara intelektual.

Sayangnya, hari ini kita melihat banyak umat Islam yang terjebak dalam formalitas ibadah semata, tanpa diiringi semangat untuk memahami makna dan hakikat dari ajaran yang dijalankan.

Kita patut khawatir, jika umat ini hanya berislam pada tataran lahiriah saja, namun tidak menyentuh kedalaman intelektual dan ruhani yang dapat menjadi kekuatan, memperteguh agama, membela kebenaran, serta menjawab tantangan zaman.     

Kaum muslimin rahimakumullah

Di sisi lain, terkadang kita dapati ada seorang muslim yang taat beragama, menjalankan syariat Islam. Akan tetapi, ia menghalalkan minuman keras, menganggap sah pernikahan sesama jenis, menganggap hukum Islam tidak layak, mengingkari al-Quran sebagai firman Allah, dan menganggap Tuhan semua agama sama dan setiap agama sama-sama benarnya.

Padahal di dalam Islam telah ada aturan-aturan baku yang menjelaskan berbagai hal ini.

Belum lagi syubhat-syubhat dan perang pemikiran yang bertebaran di tengah-tengah masyarakat. Yang benar dipersepsikan sebagai salah sedangkan yang salah dianggap benar.

Padahal tugas kita sebagai seorang muslim adalah: menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar; juga menyatakan yang benar, bukan membenarkan kesalahan.

Baca juga: Naskah Bahasa Sunda Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Hade Laku Lampah Ciri Muslim nu Taat

Untuk itu, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas keislaman kita, berislam secara intelektual, berislam secara cerdas dengan ilmu yang memadai, sehingga kita dapat beribadah dengan penuh penghayatan makna, mampu menghadapi setiap tantangan yang ada, dan tidak terombang-ambing oleh berita, pemikiran, dan ajaran-ajaran yang menyimpang di tengah-tengah kita.

Semoga Allah selalu membimbing dan memudahkan setiap langkah kita untuk menjadi seorang muslim yang beriman, berilmu dan beramal. Amin ya Rabb.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved