Naskah Khutbah Jumat
Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Cara Menjauhi Larangan Allah SWT
Berikut Ini Dia Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Cara Menjauhi Larangan Allah SWT
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM – Upaya menjauhi larangan Allah SWT (maksiat) adalah inti dari ketakwaan. Hal ini menuntut usaha totalitas tanpa kompromi.
Anda dapat memulainya dengan memahami batasan agama, mendekatkan diri kepada Allah, dan menghindari pemicu dosa untuk meraih kehidupan yang lebih berkah.
Berbicara perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 29 Mei 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat hari ini, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 29 Mei 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Upaya Menjauhi Larangan Allah SWT".
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Berkata dengan Kejujuran, Meski Seberat Gunung
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ لله، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْفُرْقَانَ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذَيِرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْنَا بِأَنْوَاعِ النِّعَمِ مِدْرَارًا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُطَهِّرُوْنَ اللهَ تَطْهِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ : وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada hari Jumat yang mulia ini, di bulan Dzulqa’dah saat jamaah haji dari berbagai penjuru bumi mulai menuju tanah suci, khatib berpesan kepada diri khatib pribadi, maupun kepada jamaah sekalian. Marilah kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan imtitsaalul awaamir, wajtinaabun nawahiih. Menjalankan segala perintah Allah sejauh batas maksimal kemampuan kita. Dan menjauhi segala larangan Allah tanpa terkecuali.
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Seberapa Besar Kita Sudah Berkurban?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Hidup adalah pertarungan tiada henti antara Nabi Adam dan keturunannya melawan Iblis dan setan keturunannya. Kadangkala umat manusia kalah dan tergoda melanggar larangan Allah. Kadang kala manusia berhasil melawan godaan setan dan menahan hawa nafsunya, agar tidak meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.
Larangan dalam bahasa Arab disebut dengan An-Nahyu. Kata An-Nahyu memiliki akar kata yang sama dengan an-Nuhyah yang berarti akal. Orang yang berakal (Ulin Nuha) adalah orang yang mampu memahami dan menjauhi larangan Allah.
Di samping melaksanakan taat, hamba yang bertakwa dikaitkan dengan kemampuannya menjauhi segala larangan Allah (imitsaalul awaamir, wajtinaabun Nawaahi). Diistilahkan pula adaa'ul faroidl wajtinaabul mahaarim. Menjalankan apa yang diwajibkan. Dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.
Allah berfirman dalam QS. Al-An'am 120:
Naskah Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Salat Jumat
Upaya Menjauhi Larangan Allah SWT
Sayyidul Ayyam
Teks Khutbah Jumat
| Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Seberapa Besar Kita Sudah Berkurban? |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Setelah Idul Adha dan Berpisahnya Bulan Zulhijjah |
|
|---|
| Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Menjaga Persatuan, Menebar Kebaikan |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Hidup Tenang dengan Merawat Hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/naskah-khutbah-Jumat-di-Masjid-Duta-Al-Asstro-Cicalengka-Kabupaten-Bandung-1.jpg)