Senin, 1 Juni 2026

Idul Adha 1447 H

Naskah Khutbah Idul Adha 2026 Bahasa Sunda: Hikmah Panjang dan Mendalam dari Proses Berkurban

Berikut disajikan contoh dua Naskah Khutbah Idul Adha 2026 Bahasa Sunda: Hikmah Panjang dan Mendalam dari Proses Berkurban

Tayang:
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
KHUTBAH IDUL ADHA - Berikut disajikan dua contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2026 Bahasa Sunda: Hikmah Panjang dan Mendalam dari Proses Berkurban 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Pemerintah tanah air telah resmi menetapkan tangal 27 Mei 2026, sebagai jadwal pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H, berdasarkan sidang Isbat, Minggu sore.

Masyarakat tanah air pun, kini tengah bersiap untuk memasuki pekan awal bulan Zulhijah, yang merupakan bulan pelaksanaan hari raya kedua dalam Islam tersebut, termasuk pelaksanaan rukunnya, yakni Shalat Sunnah 2 Rakaat di pagi hari.

Ya, salah satu rukun lebaran termasuk Idul Adha adalah melaksanakan Shalat sunnah 2 rakaat.

Adapun, setelah melaksanakan Shalat akan dilanjutkanm dengan khutbah atau ceramah dan doa di akhir sesi.

Khutbah yang disampaikan pun berbeda dengan khutbah Jumat yang dilaksanakan di awal Shalat.

Baca juga: Naskah Khutbah Idul Adha 1447 H/2026 Resmi Kemenag, MUI dan NU: Ada 5 Contoh

Disamping itu, setiap penyampaian ilmu dalam islam atau biasa dikenal dengan dakwah tidaklah mengkhususkan menggunakan bahasa arab.

Pasalnya berdakwah juga bisa menggunakan bahasa sehari-hari termasuk bahasa daerah.

Hal ini bisa diterapkan dengan tujuan dapat atau mudah dimenggerti bagi para jamaah.

Tak terkecuali dalam penyampaian Khutbah yang merupakan rukun dari pada beberapa Shalat Sunnah, termasuk Idul Adha.

Sebagai referensi, berikut ini TribunPriangan.com telah menyediakan 2 Contoh Khutban Shalat Idul Adha yang bisa dipakai saat Khutbah pada hari raya haji tersebut, dengan ciri khas menggunakan bahasa lokal atau daerah Sunda.

Baca juga: 4 Contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2025 Singkat, Padat, Tentang Keutamaan dan Makna Kurban

2 Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Sunda

1. Teks Khtubah Idul Adha Bahasa Sunda: "Hade Sangka Kana Parentah Ti Allah"

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Puji sareng syukur urang sanggakeun ka Dzat Allah anu maha Ghafur.

Shalawat sareng salam mugi didugikeun ka Kanjeng Nabi Muhammad Saw, oge ka para kulawargana, sahabatna mudah-mudahan dugi ka urang sadaya salaku umatna.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved