Sabtu, 25 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Sikapi Musibah dan Kesulitan Hidup dengan Iman

Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Sikapi Musibah dan Kesulitan Hidup dengan Iman

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Tribun Priangan/Aldi M Perdana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Sikapi Musibah dan Kesulitan Hidup dengan Iman. Ilustrasi solat berjamaah. (foto: Polres Tasikmalaya melaksanakan salat gaib untuk korban terdampak gempa bumi Cianjur di masjid At-Taqwa Mapolres Tasikmalaya pada Jumat (25/11/2022). 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Kita tanamkan dalam hati bahwa seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk membuat kita celaka, maka mereka tidak akan mampu mencelakai kita kecuali jika Allah menghendaki hal itu.

Demikian pula seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk memberikan manfaat kepada kita, maka mereka tidak akan memberikan manfaat kepada kita kecuali apabila Allah menetapkan hal itu.

Oleh karenanya, marilah kita menyerahkan semua urusan kepada Allah ta’ala dan kita percaya penuh kepada-Nya. Apa pun yang Allah kehendaki terjadi, pasti akan terjadi, dan apa pun yang tidak Allah kehendaki, pasti tidak akan pernah terjadi.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita ingat selalu bahwa kita sekarang ini bukan tengah berada di surga, melainkan kita berada di kehidupan dunia. Sebagaimana kita tahu bahwa dunia adalah tempat berbagai musibah dan bala’.

Dunia ini memperdaya, mendatangkan mara bahaya dan pada akhirnya berlalu begitu saja. Marilah kita bertawakal kepada Allah dan bersabar atas musibah yang Allah ujikan kepada kita. Jangan sampai kita memprotes atau menyalah-nyalahkan Allah. Allah ta’ala berfirman:

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Artinya: Allah tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat, tetapi para hambalah yang akan ditanya (QS Al Anbiya’: 23).

Allah swt adalah pencipta dan pemilik segala sesuatu. Allah berbuat apa pun dalam kekuasaan-Nya sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Marilah kita bersabar sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦) (البقرة: ١٥٥-١٥٦)

Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali untuk dihisab) (QS al Baqarah: 155-156).

Maasyiral muslimin rakhimakumullah,

Jika kita terkena musibah, hendaklah kita meneladani Rasulullah saw dalam kesabarannya. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Anas bin Malik ra bahwa ia masuk bersama Rasulullah saw untuk melihat putranya yang bernama Ibrahim saat sakratul maut.

Rasulullah saw kemudian mengambilnya dan menciumnya. Kemudian setelah itu kami menengoknya lagi dan saat itu Ibrahim telah terenggut nyawanya. Kedua mata Nabi pun mengalirkan air mata. Abdurrahman bin ‘Auf ra berkata kepadanya, “Anda pun menangis, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Wahai Ibnu ‘Auf, sungguh inilah rasa kasih sayang."

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Selamatkan Diri dari Bahaya Sifat Istidraj yang Menjebak

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved