Kamis, 4 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026 : Evaluasi Capaian Ibadah di Akhir Ramadan

Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Evaluasi Capaian Ibadah di Akhir Ramadan

Tayang:
Dokumentasi Tribun Kaltim
KHUTBAH JUMAT TERBARU - Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Evaluasi Capaian Ibadah di Akhir Ramadan. (foto: Shalat berjamaah di Masjid Agung At Taqwa Jln. Jenderal Sudirman Balikpapan) 

Ma'asyiral muslimin jemaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Alhamdulillah merupakan kata kunci pertama yang harus kita tanamkan dalam jiwa kita sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada Allah SWT, yang masih berkenan memberikan kita semua kenikmatan-kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya. Di antaranya adalah memberikan kita kesempatan untuk bisa berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah shalat sunnah hari raya bersama-sama. Shalawat dan salam mari kita mohonkan agar terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak untuk kembali melakukan evaluasi terkait ibadah-ibadah dan tanggungjawab di bulan Ramadhan. Sudahkah semua hak-hak bulan Ramadhan kita penuhi dengan tepat dan benar. Harapannya bisa menjadi perantara untuk kembali menyadarkan kita semua perihal pentingnya menjadi manusia bertakwa, yang selalu mengerjakan kewajiban dan tanggungjawabnya.

Saat ini kita semua akan berpisah dengan bulan Ramadhan, ia akan pergi, dan kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berjumpa kembali dengannya di tahun berikutnya atau tidak, sebab kematian tidak ada yang tahu kapan waktunya. Bisa saja, ia lebih dahulu menjemput kita semua sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Ma'asyiral muslimin jemaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Dalam melakukan evaluasi capaian di bulan Ramadhan, setidaknya ada dua golongan yang bisa kita renungi.

Pertama, yaitu orang-orang yang mengerti dan memenuhi hak-hak Ramadhan sebagaimana mestinya. Orang-orang ini menjalankan puasa di siang harinya, beribadah di malam harinya, makan dari harta yang halal, menjauhi larangan-larangan Allah. Mereka melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT, dan tentu akan mendapatkan balasan dari-Nya.

Kelompok pertama ini merupakan golongan yang sangat beruntung. Mereka akan menjadi orang istimewa di sisi Allah dengan mendapatkan balasan dan pahala yang sangat banyak dari-Nya. Ibaratnya, mereka akan memanen hasilnya di akhirat dari tanaman yang pernah ia tanam di dunia. Peluh keringat ibadah yang mereka lakukan di dunia, akan dibayar gajinya dengan bayaran yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firma-Nya, yaitu:

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Artinya: "Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan." (QS Ali 'Imran: 185).

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hal Penting yang Dilakukan di Siang Ramadan

Merujuk pendapat Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, puncak balasan atas ibadah yang dilakukan oleh setiap manusia adalah akhirat. Mereka akan mendapatkan balasan yang sangat istimewa dari Allah atas capaiannya selama di dunia, berupa surga yang dipenuhi dengan kenikmatan di dalamnya. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan tanpa kesedihan, aman tanpa rasa takut, dan kesenangan tanpa rasa takut hilangnya nikmat tersebut.

Semua ini akan diberikan kepada kelompok pertama, yaitu orang-orang yang mengerti dan memenuhi hak-hak Ramadhan dengan tepat dan benar. Mereka menjalankan puasa di siang harinya, beribadah di malam harinya, makan dari harta yang halal, dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Ma'asyiral muslimin jemaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Kedua adalah kelompok orang-orang yang tidak menghormati bulan Ramadhan dan tidak memenuhi hak-haknya. Mereka tidak memenuhi hak-haknya dan tidak mengindahkan perintah Allah karena sombong. Mereka tidak menunaikan puasa dan lain sebagainya karena tidak percaya kepada perintah-Nya dan faktor keangkuhan mereka. Kelompok seperti ini sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur'an, yaitu:

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved